Gadis di Parepare Lompat ke Laut karena Merasa Dipanggil Arwah Nenek

Regional

Gadis di Parepare Lompat ke Laut karena Merasa Dipanggil Arwah Nenek

Ardiansyah - detikKalimantan
Kamis, 28 Mei 2026 16:30 WIB
Fishing boat sailing out at rough sea shot with mobile phone onboard
Ilustrasi laut/Foto: Getty Images/piola666
Sangatta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Gadis di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), WS (19), melompat ke laut dari Jembatan Sumpang Minangae. Ia selamat setelah dievakuasi warga.

Dikutip detikSulsel, aksi nekat tersebut terjadi di Kecamatan Bacukiki Barat pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Korban mengaku nekat melompat ke laut karena mendapat panggilan gaib dari mendiang neneknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban melompat ke laut karena (mengaku) adanya panggilan dari neneknya yang telah meninggal dunia sekitar 11 tahun yang lalu," ujar Kapolsek Bacukiki AKP Bustan Tarika dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Ia menyebut WS sebenarnya baru saja tiba di Parepare. Ia baru pulang dari Sangatta, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (26/5) untuk ikut merayakan Lebaran bersama orang tuanya.

Usai melaksanakan salat isya atau sekitar pukul 19.40 Wita, WS pergi meninggalkan rumah secara diam-diam. Ia menumpangi ojek menuju ke arah objek wisata Tonrangeng Riverside.

"Sekitar pukul 20.00 Wita, korban tiba di anjungan sebelah timur dan langsung melompat ke laut," kata Bustan.

Aksi nekat WS diketahui sejumlah warga yang kebetulan sedang memancing di sekitar jembatan. Para pemancing langsung berinisiatif menolong korban.

"Ada pemancing yang lihat. Warga langsung menolong korban dengan menggunakan rakit bambu," tutur Bustan.

Korban selamat dan langsung dilarikan ke RS Regional dr Hasri Ainun Habibie sekitar pukul 21.35 Wita. Ibu korban, M, yang mendapat kabar langsung syok dan menyusul ke rumah sakit.

"Korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Lalu kami informasikan ke pihak keluarga," ujarnya.

M mengungkapkan anaknya memang kerap mengalami kondisi tak sadarkan diri. Berdasarkan penuturan orang pintar atau pihak pengobatan alternatif, WS disebut-sebut sering diikuti oleh roh halus.

"Dari hasil interogasi, ibunya menyebut korban sudah sering pingsan. Menurut pengobatan alternatif, korban sering diikuti oleh almarhum neneknya bahkan hingga kerasukan," ungkap Bustan.

Usai mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, kondisi WS dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang oleh tim medis pada pukul 22.45 Wita. Saat ini, korban sudah berada di rumahnya dalam pengawasan orang tua.

"Sekarang korban sudah dipulangkan ke rumahnya setelah sempat diberi perawatan medis," pungkasnya.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads