Anomali Angka Stunting di Sanggau Naik Meski Ada MBG

Round Up

Anomali Angka Stunting di Sanggau Naik Meski Ada MBG

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Rabu, 10 Jun 2026 08:00 WIB
Angka stunting di Sanggau, Kalbar.
Foto: Dok. Dinas Kesehatan Sanggau
Sanggau -

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menyoroti naiknya angka stunting di daerahnya tahun ini. Padahal, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan lebih dari setahun di Sanggau.

Kondisi ini menimbulkan sejumlah pertanyaan yang perlu dikaji lebih dalam. Susana juga mendorong perlunya evaluasi pada penentuan sasaran program.

Data Stunting Dinkes Sanggau

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program MBG mulai berjalan di Kabupaten Sanggau, Kalbar sejak 17 Februari 2025. Namun, menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sanggau, belum ada pengaruh signifikan terhadap penurunan angka stunting. Prevalensi stunting pada triwulan I 2026 justru mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Data Dinkes Sanggau mencatat angka stunting pada 2024 berada di level 21,48 persen. Angka tersebut sempat turun menjadi 20,50 persen pada 2025. Namun, pada triwulan I 2026, prevalensi stunting kembali naik menjadi 21,82 persen atau meningkat 1,32 persen dibanding tahun sebelumnya.

Wabup Sanggau: Ini Anomali

Susana Herpena mengaku peningkatan angka stunting tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Apalagi salah satu tujuan utama pelaksanaan program MBG adalah untuk memperbaiki gizi anak dan menekan kasus stunting.

"Di tahun 2025 kita mendapat prestasi dalam penanganan stunting dengan posisi kedua se-Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak. Kalau kita lihat trennya di tahun 2026 ini ada peningkatan kasus, ini anomali menurut saya," ujar Susana, Selasa (9/6/2026).

Susana menegaskan pemerintah daerah tetap mendukung penuh pelaksanaan program MBG. Namun, ia berharap perlu ada perbaikan agar program tersebut lebih efektif dalam menjawab persoalan gizi dan stunting di daerah.

"Harusnya program MBG ini mampu menurunkan stunting, tapi faktanya justru angka stunting malah naik. Nanti kita evaluasi lagi," lanjutnya.

Evaluasi Sasaran Program

Susana yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Program MBG Kabupaten Sanggau mengatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG maupun strategi penanganan stunting yang selama ini dijalankan.

"Kebetulan saya juga Ketua penanganan stunting. Nanti saya koordinasikan dan saya panggil OPD terkait untuk membahas persoalan stunting ini," tegasnya.

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu dievaluasi adalah penentuan sasaran program. Susana menegaskan bahwa daerah dengan prevalensi stunting tinggi seharusnya menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.

"Kami di daerah hanya mendukung kebijakan pemerintah pusat. Mestinya program MBG ini menyasar daerah yang angka stuntingnya tinggi, bukan di perkotaan dulu yang dibangun dapur-dapur MBG," ujarnya.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads