Wanita ODGJ di Palangka Raya Ngamuk hingga Ancam Keselamatan Suaminya

Wanita ODGJ di Palangka Raya Ngamuk hingga Ancam Keselamatan Suaminya

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 10 Jun 2026 19:36 WIB
Wanita ODGJ di Palangka Raya Ngamuk (Duduk)
Wanita ODGJ di Palangka Raya yang mengamuk (duduk)/Foto: Istimewa (dok Polsek Pahandut)
Palangka Raya -

Situasi mencekam sempat terjadi di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (10/6/2026). Seorang wanita yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk di dalam rumah hingga mengancam keselamatan suaminya.

Kondisi tersebut membuat keluarga dan warga sekitar diliputi kekhawatiran, sehingga aparat kepolisian bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan penanganan dan evakuasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Laporan awal kami terima dari pihak Kelurahan Bukit Tunggal yang mendapat informasi dari masyarakat mengenai adanya seorang ODGJ yang bertindak agresif membawa alat-alat yang membahayakan suami dan meresahkan lingkungan sekitar," ujar Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto kepada detikKalimantan, Rabu (10/6/2026) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendapat laporan tersebut, Polsek Pahandut langsung mengerahkan personel untuk melakukan penanganan. Tim gabungan yang dipimpin Kapolsubsektor Jekan Raya Iptu Narmanto bergerak menuju lokasi bersama anggota Polsek Pahandut, Babinsa Kelurahan Bukit Tunggal, petugas kelurahan, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kayon.

Setibanya di lokasi yang berada di Jalan Sei Nyamuk RT 16/RW 14, petugas segera melakukan koordinasi dengan pihak keluarga guna mengetahui kondisi sebenarnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, perempuan berinisial L (38) tersebut diketahui kerap mengamuk di dalam rumah. Dalam beberapa kesempatan, tindakannya bahkan dinilai membahayakan suaminya karena sering kali membawa benda tajam sehingga memunculkan kekhawatiran akan terjadinya insiden yang lebih serius.

"Kondisi tersebut tidak hanya membuat keluarga merasa tertekan, tetapi juga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar. Warga yang mengetahui kejadian itu khawatir tindakan agresif yang dilakukan perempuan tersebut dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain jika membawa senjata tajam atau benda berbahaya lainnya," ujar Iyudi.

Melihat situasi yang berpotensi menimbulkan risiko, petugas gabungan mengambil langkah cepat dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Aparat kepolisian bersama tenaga kesehatan berupaya menenangkan yang bersangkutan agar proses penanganan dapat dilakukan dengan aman tanpa menimbulkan gejolak lebih lanjut.

Berkat koordinasi yang baik antara kepolisian, TNI, pemerintah kelurahan, dan tenaga kesehatan, situasi berhasil dikendalikan. Proses evakuasi berlangsung dengan lancar dan tetap memperhatikan kondisi kejiwaan yang bersangkutan serta keselamatan seluruh pihak yang berada di lokasi.

"Selanjutnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membawa perempuan tersebut ke Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei. Langkah tersebut dilakukan agar yang bersangkutan dapat memperoleh pemeriksaan medis, penanganan psikologis, serta perawatan yang lebih intensif sesuai kebutuhannya," ujarnya.

Ia mengatakan kehadiran aparat bersama unsur terkait merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat yang membutuhkan penanganan segera.
Menurutnya, setiap laporan yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional dengan melibatkan pihak-pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai prosedur.

"Kehadiran aparat kepolisian bersama unsur terkait merupakan bentuk respons cepat dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga memastikan penanganan ODGJ dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur sehingga yang bersangkutan dapat memperoleh penanganan yang layak," ujar AKP Iyudi Hartanto.

Ia menambahkan penanganan terhadap ODGJ tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan sisi kemanusiaan dan kesehatan. Karena itu, sinergi antara aparat keamanan, tenaga medis, pemerintah setempat, dan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan penanganan yang efektif.

"Dengan berhasilnya proses evakuasi tersebut, situasi di lingkungan Jalan Sei Nyamuk kembali kondusif. Warga yang sebelumnya merasa khawatir kini dapat beraktivitas dengan tenang, sementara perempuan tersebut memperoleh kesempatan untuk mendapatkan perawatan medis dan pendampingan yang diperlukan demi proses pemulihan yang lebih baik," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads