Organisasi kesehatan global Vital Strategies mendorong Kota Pontianak menjadi daerah percontohan dalam pengendalian tembakau dan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Dukungan itu disampaikan usai pertemuan antara perwakilan Vital Strategies dengan Pemerintah Kota Pontianak, Kamis (11/6/2026).
Director of Tobacco Control Program Vital Strategies Asia-Pacific Office, Tara Singh Bam menilai Pontianak memiliki modal kuat untuk menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan ramah anak. Menurut Tara, komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan kesehatan masyarakat menjadi salah satu alasan Pontianak dipandang strategis untuk pengembangan program pengendalian tembakau.
"Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit serius seperti kanker dan tuberkulosis. Karena itu, perlindungan anak-anak dari bahaya tembakau menjadi fokus utama yang kami diskusikan," kata Tara usai bertemu Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda dibahas. Mulai dari penguatan implementasi KTR, pelarangan iklan produk tembakau, hingga upaya memastikan ruang publik dalam ruangan bebas dari paparan asap rokok.
Tara mengatakan Pontianak memiliki posisi strategis dari sisi pemerintahan, ekonomi, dan sosial sehingga keberhasilan kebijakan yang diterapkan berpotensi menjadi model bagi daerah lain.
"Keberhasilan yang dicapai Pontianak berpotensi direplikasi oleh daerah lain di Indonesia. Salah satu contohnya adalah regulasi Kawasan Tanpa Rokok yang dimiliki Pontianak dan telah menjadi rujukan bagi sejumlah kota dan kabupaten lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan keberhasilan penerapan KTR tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh organisasi perangkat daerah, fasilitas kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.
"Implementasi KTR harus melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah, didukung koordinasi lintas sektor yang kuat, serta partisipasi aktif puskesmas dan masyarakat," katanya.
Vital Strategies telah bekerja sama dengan berbagai pemerintah daerah di Indonesia selama lebih dari 15 tahun untuk mendukung kebijakan kesehatan masyarakat. Ke depan, organisasi tersebut berharap kolaborasi dengan Pemkot Pontianak semakin diperkuat.
"Kami ingin membantu menjadikan Pontianak sebagai kota percontohan dalam pengendalian tembakau dan pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia," tegas Tara.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik dukungan tersebut. Ia menyebut Pemkot Pontianak saat ini tengah melakukan revisi terhadap peraturan daerah terkait Kawasan Tanpa Rokok.
Dalam revisi tersebut, salah satu poin yang dibahas adalah peningkatan sanksi atau denda bagi pelanggar aturan. Ia berharap penyempurnaan regulasi tersebut dapat meningkatkan efektivitas penerapan KTR di Kota Pontianak tanpa menghambat aktivitas perekonomian masyarakat.
"Namanya revisi tentu untuk menyempurnakan aturan yang sudah ada. Harapannya penerapannya bisa semakin baik tanpa mengganggu aktivitas ekonomi," ungkapnya.
Terkait keberadaan iklan rokok yang masih ditemukan di sejumlah titik, Edi bilang izin yang saat ini masih berlaku akan dihormati hingga masa berlakunya berakhir. Namun setelah itu, izin tersebut tidak akan diperpanjang.
"Yang masih ada sekarang akan berjalan sampai batas waktu izinnya habis. Setelah itu tidak akan diperpanjang lagi," tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan perkotaan yang lebih sehat sekaligus memperkuat komitmen Kota Pontianak dalam pengendalian konsumsi produk tembakau.
Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/aau)