Jutaan ekor ikan budidaya milik warga di keramba Sungai Mempawah, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), dilaporkan mati mendadak dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian besar bagi para pembudidaya yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan air tawar.
Bupati Mempawah Erlina mengaku prihatin atas musibah yang menimpa para peternak ikan keramba. Menurutnya, kematian massal ikan menjadi pukulan berat bagi perekonomian masyarakat.
"Pemkab Mempawah turut prihatin dan berempati atas kerugian yang dialami para pembudidaya ikan keramba di Sungai Mempawah. Ini tentu menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha tersebut," kata Erlina, Jumat (12/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erlina mengatakan, jenis ikan yang paling banyak terdampak adalah ikan mas. Sementara ikan nila dan lele dinilai masih memiliki daya tahan lebih baik terhadap perubahan kondisi perairan.
Meski demikian, Pemkab Mempawah masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian massal ikan tersebut. Dugaan sementara, peristiwa itu dipicu perubahan kualitas air sungai yang menyebabkan meningkatnya tingkat keasaman.
"Tim dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan pendataan. Dugaan sementara berkaitan dengan meningkatnya tingkat keasaman air akibat faktor alam," ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Mempawah mulai berkoordinasi dengan Pemprov Kalbar untuk mengupayakan bantuan bibit ikan bagi pembudidaya yang terdampak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memulai kembali usaha budidaya setelah mengalami kerugian akibat matinya jutaan ikan di keramba.
Selain upaya pemulihan, Pemkab Mempawah juga menyiapkan sejumlah langkah jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang. Salah satunya melalui penguatan sistem pemantauan kualitas air dan peringatan dini bagi para pembudidaya.
"Kami akan memperkuat pembinaan dan pemantauan kualitas air secara berkala agar masyarakat bisa lebih cepat mengantisipasi perubahan kondisi lingkungan," kata Erlina.
Pemerintah daerah juga berencana melakukan penataan zonasi keramba di sepanjang Sungai Mempawah. Langkah itu dilakukan untuk menjaga sirkulasi air tetap baik dan mendukung keberlanjutan usaha budidaya perikanan.
Tak hanya itu, Pemkab Mempawah akan mendorong program pemulihan daerah aliran sungai (DAS) melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar, pemerintah kabupaten lain di wilayah hulu sungai, akademisi, hingga komunitas masyarakat. Erlina menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
"Jangan membuang sampah maupun limbah ke sungai. Sungai yang sehat adalah urat nadi kehidupan dan perekonomian masyarakat Mempawah," tegasnya.
Hingga kini, pemerintah masih melakukan pemantauan kondisi Sungai Mempawah serta menghitung total kerugian yang dialami para pembudidaya akibat kematian massal ikan tersebut.
Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)