Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Kalimat singkat dalam status WhatsApp (SW) milik MZ (25) menjadi kenangan terakhir yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Pemuda itu diduga tewas karena menenggak obat pembasmi rumput.
"Ya kita temukan tulisan itu di-HP-nya. 'Maaf Bila Ada Salah Ulun Bertaan'" ujar Kapolsek Arut Selatan AKP Ratno, Senin (15/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan itu ditemukan pihak keluarga saat menyerahkan handphone MZ ke polisi untuk penyelidikan. Sebelumnya, MZ ditemukan tak sadarkan diri di sekitar rumahnya kawasan kebun kelapa sawit, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Minggu (14/6) malam.
Warga tak menyangka pesan tersebut menjadi salam perpisahan dari sosok yang selama ini dikenal pendiam, santun, rajin beribadah, dan aktif mengikuti kegiatan mengaji. Kepergian MZ sontak mengejutkan lingkungan tempat tinggalnya. Banyak warga mengaku kehilangan karena selama ini ia dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak pernah terlibat masalah.
AKP Ratno menjelaskan keluarga bersama warga melakukan pencarian setelah MZ diketahui tidak berada di rumah. Kecurigaan muncul ketika keluarga menemukan tumpahan obat pembasmi rumput di dalam rumah. Temuan itu mendorong warga melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
"Melihat adanya tumpahan racun tanaman di lantai, keluarga dan warga kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah," ujar Ratno.
Tak lama kemudian, MZ ditemukan tergeletak di area kebun kelapa sawit sekitar 150 meter dari belakang rumahnya. Saat ditemukan, ia masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan sehingga segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit.
Namun, meski telah mendapat penanganan medis, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dibawa pulang dan dimakamkan di TPU Bungur.
Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami penyebab serta latar belakang peristiwa yang menimpa pemuda tersebut. "Untuk motifnya setelah melihat tulisan di HP masih dalam penyelidikan," pungkas AKP Ratno.
(sun/des)
