BPBD Kotim Catat 49 Karhutla Selama 2026, 102 Hektare Lahan Hangus

Kalimantan Tengah

BPBD Kotim Catat 49 Karhutla Selama 2026, 102 Hektare Lahan Hangus

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 23 Jun 2026 14:28 WIB
Karhutla di Kotawaringin Barat.
Ilustrasi Karhutla di Kalteng. Foto: Dok. BPBD Kotawaringin Barat
Kotawaringin Timur -

Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah. Dalam beberapa hari terakhir hujan tidak lagi mengguyur wilayah Bumi Habaring Hurung sehingga kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin ditingkatkan.

Kondisi cuaca yang semakin panas membuat potensi kebakaran meningkat, terutama di kawasan yang didominasi lahan gambut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim pun terus memperkuat pemantauan sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengungkapkan sejak Januari hingga 22 Juni 2026 pihaknya telah menangani puluhan kasus karhutla. Total luas lahan yang terbakar dalam periode tersebut mencapai lebih dari seratus hektare.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak Januari hingga 22 Juni 2026, kami telah menangani 49 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 102,22 hektare," ujar Multazam, Selasa (23/6/2026).

Selain menangani kebakaran, BPBD juga terus memantau perkembangan titik panas yang menjadi indikator potensi munculnya api. Hingga 22 Juni 2026 tercatat sebanyak 194 hotspot terpantau di berbagai wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Meski per Senin (22/6/2026) tidak ditemukan titik panas baru, kebakaran tetap terjadi di Jalan Tidar Raya, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.27 WIB dengan luas lahan yang terbakar sekitar 0,5 hektare.

Lokasi kebakaran tersebut merupakan kawasan bergambut sehingga memerlukan penanganan khusus. Petugas memastikan api berhasil dipadamkan, namun pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi bara api yang masih tersimpan di dalam tanah.

"Kebakaran di Baamang Hilir sudah berhasil dipadamkan. Karena karakteristik lahannya berupa gambut, kami tetap melakukan pemantauan agar api tidak kembali muncul," jelasnya.

Menurutnya, memasuki musim kemarau seluruh elemen masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan melakukan penanggulangan setelah kebakaran meluas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena risikonya sangat besar saat musim kemarau seperti sekarang," tegasnya.

BPBD berharap seluruh warga ikut berperan aktif menjaga lingkungan dengan melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama menekan angka karhutla selama musim kemarau berlangsung.

"Pencegahan harus dilakukan bersama. Masyarakat memiliki peran penting agar kejadian karhutla tidak semakin meluas di Kabupaten Kotawaringin Timur," pungkasnya

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pakar Lingkungan Universitas Palangka Raya Buka-bukaan Soal Tata Kelola Gambut di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads