Usai Warga Ancam Gelar Demo, Perbaikan Darurat Jalan Apokayan Dikebut

Usai Warga Ancam Gelar Demo, Perbaikan Darurat Jalan Apokayan Dikebut

Oktavian Balang - detikKalimantan
Rabu, 24 Jun 2026 12:30 WIB
Jalan trans-nasional rusak parah di Malinau, Kalimantan Utara.
Jalan trans-nasional rusak parah di Malinau, Kalimantan Utara/Foto: Dok. Istimewa
Malinau -

Rusaknya jalan di perbatasan Apokayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), memicu ancaman demonstrasi dari warga. Merespons kondisi tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara bergerak cepat melakukan penanganan darurat, dengan mengerahkan alat berat guna memperlancar akses kepulangan jemaat Konferensi Wilayah (Konwil) IV GKII.

PPK Perbatasan 2 Kalimantan Utara pada BPJN Kaltara, Yustiana Tri Hatmaka, menjelaskan perbaikan jalan nasional dari KM (Simpang PU) hingga Metulang pada dasarnya sempat terkendala. Alat berat yang dimobilisasi dari Long Bagun menuju Long Boh terhambat cuaca buruk.

"Mobilisasi alat terhambat akibat kondisi cuaca atau curah hujan tinggi dan kondisi jalan yang rusak. Perkiraan membutuhkan waktu tiga hari ke depan untuk bisa mencapai lokasi dan memulai pekerjaan," ujar Yustiana kepada detikKalimantan, Rabu (24/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyadari urgensi mobilitas masyarakat, terutama permohonan warga dari tiga kecamatan (Kayan Selatan, Kayan Hulu, dan Kayan Hilir) terkait pelaksanaan Konwil IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Kecamatan Sungai Boh pada 22 Juni 2026, pihak BPJN mengambil langkah darurat. Yustiana menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Malinau. Penanganan darurat kini dilakukan dari dua arah untuk mempercepat proses perbaikan titik-titik jalan yang rusak dan jembatan darurat.

"Dari arah Sungai Boh menuju Metulang, penanganan melibatkan alat berat milik UPTD PUPR Malinau," bebernya.

Sementara dari arah Metulang menuju Sungai Boh, perbaikan dikerjakan menggunakan alat berat milik penyedia jasa kontrak terdekat. "Namun kami sangat menyadari bahwa keseluruhan ruas jalan belum dapat tertangani oleh karena curah hujan yang cukup tinggi. Sampai saat ini alat yang ada tetap melaksanakan perbaikan pada titik-titik yang belum tertangani dengan harapan peserta konferensi ketika kembali ke tiga kecamatan tidak terhambat," jelasnya.

Langkah cepat ini diambil menyusul memuncaknya kekecewaan masyarakat perbatasan. Pada berita sebelumnya, kontingen asal wilayah Apokayan berjibaku menarik mobil yang terjebak di kubangan lumpur demi bisa menghadiri Konwil IV GKII Kaltara.

Geram dengan kondisi jalan yang hancur, warga dan pemuda perbatasan sempat mengancam akan menggelar unjuk rasa besar-besaran. Tokoh pemuda setempat, Rum Tingai, berniat mengerahkan massa di titik-titik kerusakan terparah saat rombongan jemaat kembali dari Sungai Boh menuju wilayah masing-masing.

"Saya ingatkan, kalau tidak ada tindak lanjut, kami akan mengadakan aksi di sana. Saya akan bawa pemuda dan rombongan. Kami akan laporkan dan adakan aksi demonstrasi di tempat kejadian saat jemaat pulang nanti. Ini karena beberapa kali kita ingatkan masih tidak mempan," tegas Rum dengan nada kecewa.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads