Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Sedikitnya empat hektare lahan gambut dengan semak belukar di Jalan Amin Klaru, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Mentawa Baru Ketapang, dilalap api sejak Selasa (23/6) kemarin.
Laporan kebakaran baru diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim pada Rabu (24/6) sekitar pukul 12.12 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan tim tidak bisa langsung menuju ke titik api. Medan yang sulit menuju lokasi menjadi hambatan utama dalam penanganan kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasi yang jauh dari jalan utama membuat mobil pemadam berkapasitas besar tidak dapat menjangkau area yang terbakar," ujarnya, Rabu (26/6/2026) sore.
Sebagai solusi, petugas mengandalkan kendaraan pemadam roda tiga untuk menembus lokasi. Langkah tersebut menjadi satu-satunya cara agar proses pemadaman tetap dapat dilakukan meski dengan keterbatasan akses.
"Sebanyak 14 personel BPBD diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka mendapat dukungan dari unsur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pemerintah kelurahan, Babinsa, relawan, Manggala Agni, hingga Dompet Peduli," ujarnya.
"Proses pemadaman berlangsung lebih dari empat jam. Dari sekitar empat hektare lahan yang terbakar, tim gabungan berhasil menguasai sekitar tiga hektare atau sekitar 75 persen dari total area yang terdampak," imbuhnya.
Meski sebagian besar kobaran api berhasil dikendalikan, pekerjaan petugas belum sepenuhnya tuntas. Menjelang Rabu sore, keterbatasan pencahayaan di lokasi memaksa proses pemadaman dihentikan sementara sehingga masih tersisa area yang belum sepenuhnya padam.
Multazam menjelaskan kondisi lahan yang didominasi semak belukar dengan lapisan tanah gambut membuat api sulit dipadamkan. Bahkan, petugas harus memanfaatkan dahan dan ranting sebagai alat bantu untuk memukul bara api di sejumlah titik yang sulit dijangkau.
"Selain menghanguskan lahan, kebakaran juga berdampak pada sebuah rumah yang berada di sekitar lokasi. Kerugian akibat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta," kata dia.
BPBD Kotim kini terus memantau area yang masih menyimpan bara api agar tidak kembali memicu kebakaran yang lebih luas. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat cuaca mulai memasuki musim kemarau.
(bai/bai)
