Anisa Muyassaroh, peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Kalimantan Timur, meninggal dunia beberapa waktu lalu. Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkap penyebab meninggalnya peserta dalam persiapan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) ini.
Dilansir detikHealth, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan korban meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdirk) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman di Balikpapan. Menurutnya, korban meninggal karena mengalami heat stroke.
"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke," jelas Rico.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heat stroke atau sengatan panas merupakan kondisi gawat darurat akibat paparan suhu panas ekstrem. Kondisi ini terjadi ketika suhu inti tubuh melonjak drastis hingga mencapai atau melebihi 40 derajat Celsius sehingga menyebabkan sistem pengaturan suhu tubuh gagal berfungsi.
Selain Anisa, sebelumnya ada satu peserta latsarmil Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang juga meninggal dunia atas nama Yonanda Muhammad Taufiq. Yonanda tercatat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatal Baturaja, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.
Terbaru, satu lagi anggota SPPI untuk calon pengelola KNMP dilaporkan meninggal dunia setelah mengikuti latsarmil di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Peserta tersebut atas nama Novia Rahmadhani Sihotang.
"Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah," kata Rico dikutip dari Antara, Kamis (25/6/2026).
Rico menjelaskan, Novia sempat mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan latsarmil pada Senin (22/6). Akibat kondisi yang terus menurun, Novia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr Esnawan Antariksa agar mendapatkan pelayanan medis. Walau sudah mendapatkan perawatan medis yang intensif, Novia akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/6).
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB)," lanjutnya.
Rico menegaskan seluruh peserta latsarmil, termasuk ketiga peserta yang meninggal dunia, sudah menjalani tes kesehatan untuk memastikan kesiapan fisik sebelum menjalani pendidikan.
Baca selengkapnya di sini.
(des/des)
