Sejumlah siswa tingkat SD hingga SMP di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, diketahui belum mampu membaca dengan lancar meski telah menempuh pendidikan selama bertahun-tahun. Hal ini membuat komunitas literasi lokal turun tangan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anak.
Fakta tersebut diungkap oleh Founder Komunitas Insan Kreatif Gemilang sekaligus penggiat literasi, Mia Cisadani atau yang akrab disapa Kak Mia. Ia mengatakan persoalan ini bukan hanya menyangkut kemampuan akademik, tetapi juga berdampak pada masa depan anak-anak.
MenurutMia, hasil pendampingan yang dilakukan komunitasnya menemukan sedikitnya 20 siswa di SDN 1 Raja belum mampu membaca. Sementara di SMPN 9 Kumpai Batu Atas terdapat tujuh siswa, dan di SMPN 1 Kumai sebanyak 12 siswa yang mengalami kondisi serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Mia juga mengaku pernah menemukan anak-anak di wilayah Raja Seberang yang belum bisa membaca. Bahkan, ia mendengar adanya dua lulusan SMK di Kecamatan Kumai yang masih belum memiliki kemampuan membaca dengan baik.
"Kondisi ini sangat memprihatinkan. Anak-anak bukan tidak mampu belajar, tetapi banyak yang kurang mendapatkan perhatian, pendampingan, bahkan ada yang menjadi korban perundungan sehingga kehilangan semangat untuk belajar," ujar Mia, Jumat (2/7/2026).
Ia menilai rendahnya kemampuan literasi tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga, lingkungan, hingga masyarakat sangat menentukan tumbuhnya minat baca dan kepercayaan diri anak untuk terus belajar.
"Berangkat dari keprihatinan tersebut, Komunitas Insan Kreatif Gemilang terus bergerak memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak yang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Komunitas ini fokus pada penguatan literasi melalui pendidikan nonformal," ujarnya.
Saat ini, komunitas tersebut diperkuat sekitar 30 relawan yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga para pekerja. Mereka secara sukarela meluangkan waktu untuk mengajar dan mendampingi anak-anak di berbagai wilayah.
"Selain mendampingi siswa yang mengalami kesulitan membaca, Komunitas Insan Kreatif Gemilang juga membantu 14 anak putus sekolah di Kelurahan Baru agar tetap mendapatkan akses pendidikan dan motivasi untuk melanjutkan belajar," kata dia.
Pendampingan juga dilakukan secara rutin kepada siswa-siswi di SMPN 1 Kumai yang belum mampu membaca dan menulis. Para relawan memberikan pembelajaran secara bertahap dengan metode yang disesuaikan agar anak-anak tidak merasa tertekan.
Kak Mia berharap persoalan literasi ini menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar yang layak tanpa stigma maupun perlakuan yang membuat mereka kehilangan rasa percaya diri.
"Harapan kami sederhana, tidak ada lagi anak yang tertinggal hanya karena belum bisa membaca. Jika semua pihak bergandengan tangan, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah hingga masyarakat, kami yakin anak-anak ini bisa mengejar ketertinggalannya dan memiliki masa depan yang lebih baik," tutup Mia.
(des/des)
