Pemerintah Kota Bontang, Kalimatnya Timur (Kaltim), mulai menyiapkan langkah besar untuk memperkuat posisi daerah sebagai kawasan industri dan logistik penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satunya melalui rencana pembangunan Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari yang kini mulai masuk tahap penyusunan Pra Feasibility Study (Pra FS).
Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan pelabuhan tersebut tidak hanya disiapkan sebagai infrastruktur biasa, tetapi menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan industri terpadu di Bontang Lestari.
"Pelabuhan ini bukan berdiri sendiri. Kita desain untuk mendukung kawasan industri yang terintegrasi, mulai dari distribusi bahan baku, logistik, pergudangan sampai pengembangan investasi baru," ujarnya kepada detikKalimantan, Minggu (24/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyusunan Pra FS itu dilakukan DPMPTSP Kota Bontang bersama Tim Tenaga Ahli Unit Layanan Strategis Sumber Daya Berkelanjutan (ULS PSDB) Universitas Mulawarman Samarinda yang dipimpin Dr Rachmad Budi Suharto. Kajian tersebut menjadi tahap awal untuk melihat kelayakan pembangunan pelabuhan dari berbagai aspek.
"Posisi Bontang ini sangat strategis untuk konektivitas logistik dan aktivitas kepelabuhanan. Kota ini berada di pesisir timur Kalimantan dan memiliki akses langsung ke Selat Makassar yang masuk jalur strategis ALKI II. Jadi potensinya memang besar untuk dikembangkan," katanya.
Keberadaan pelabuhan nantinya diproyeksikan menjadi penggerak aktivitas ekonomi baru di kawasan Bontang Lestari. Tidak hanya menopang distribusi industri, tetapi juga membuka ruang tumbuhnya sektor jasa pendukung, perdagangan hingga hilirisasi industri.
"Harapannya nanti pelabuhan ini bisa mempercepat mobilitas barang, memperkuat sistem logistik kawasan, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas," jelasnya.
Menurutnya, arah pengembangan ekonomi Bontang ke depan memang tidak bisa hanya bertumpu pada sektor industri utama semata. Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan sektor pendukung agar struktur ekonomi daerah menjadi lebih kuat dan beragam.
"Kita ingin pengembangan ekonomi jangka panjang Bontang lebih siap. Jadi sektor transportasi, pergudangan, perdagangan dan jasa penunjang lain juga harus mulai diperkuat," tuturnya.
Aspian menegaskan penyusunan Pra FS dilakukan agar proyek yang nantinya ditawarkan kepada investor benar-benar matang secara teknis maupun ekonomi. Pemerintah disebut tidak ingin menawarkan proyek tanpa arah pengembangan yang jelas.
"Pra FS ini penting supaya yang kita tawarkan ke investor bukan hanya sekadar potensi, tapi memang sudah ada dasar kajian dan arah pengembangannya," tegasnya.
Ia berharap keberadaan pelabuhan tersebut nantinya bisa menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat posisi Bontang sebagai kawasan industri strategis penyangga IKN.
Simak Video "Video: Tongkat Estafet Belum Diberikan ke IKN, Jakarta Punya Kesempatan Berbenah"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)