Harga TBS Sawit di Lamandau Mulai Naik Usai Terbit SE Bupati, Kini Rp 3.780/Kg

Kalimantan Tengah

Harga TBS Sawit di Lamandau Mulai Naik Usai Terbit SE Bupati, Kini Rp 3.780/Kg

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 04 Jun 2026 13:31 WIB
Ilustrasi produksi sawit
Ilustrasi sawit. Foto: dok. ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Lamandau -

Setelah diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor 500/77/VI/Ek/2026 tentang Pembelian Tandan Buah Segar (TBS), harga TBS di Lamandau hari ini tembus Ro3.780 per kilogram.

Salah seorang petani sawit di Lamandau, Hefindotama membenarkan jika hampir seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) di Lamandau harganya sudah di atas Rp 3.000 per kilogram sesuai instruksi bupati.

"Alhamdulillah Bang, hari ini harga TBS sudah mulai di atas Rp3.000 per kg. Bahkan ada yang berani membeli Rp3.780 per kilogram di PT Pilar Mas," ujar Hefindotama kepada detikKalimantan, Kamis (4/6/2026)

Kenaikan harga jual TBS membuat para petani mulai bernapas lega. Sebab, beberapa pekan terakhir, harga TBS mengalami penurunan parah hingga di level Rp 2.200 per kg.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini angin segar buat kami Bang. Jerih payah kami selama ini terbayarkan jika harga TBS kembali normal," akunya.

Terpisah, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra membenarkan bahwa harga TBS per kg di sejumlah PKS sudah kembali normal. Ia berharap kebijakan sesuai SE tersebut terus dijalankan PKS.

"Memang belum semua PKS, namun semua sudah di atas Rp3.000 per kg sesuai SE Bupati Lamandau. Tertinggi di PT Pilar Mas. Harga ring 1 Rp 3.505, harga ring 2 Rp 3.745, harga ring 3 Rp 3.780," ujar Rizky.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang meminta agar harga TBS di tingkat petani kembali mengacu pada ketentuan resmi yang berlaku. Selain meminta PKS melakukan penyesuaian harga, Rizky juga menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa untuk turut mengawasi proses pembelian TBS di tingkat pengepul maupun pedagang yang beroperasi di wilayah masing-masing.

"Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa harga yang diterima petani tidak mengalami pemotongan yang tidak wajar saat melalui rantai distribusi. Transparansi dalam mekanisme pembelian diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha sawit."

Rizky berharap tren perbaikan harga TBS dapat terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Ia juga meminta seluruh PKS memberikan harga terbaik yang sesuai dengan kualitas buah yang dihasilkan petani sehingga hubungan kemitraan dapat berjalan secara harmonis.

"Sektor kelapa sawit selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Kabupaten Lamandau. Oleh karena itu, stabilitas harga TBS memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan," pungkasny.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads