Festival Budaya Bekudung Betiung merupakan salah satu upacara adat paling sakral dan paling dinantikan oleh masyarakat Suku Dayak Ga'ai di Kalimantan Timur. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen sepanjang satu musim tanam.
Di tahun 2026, masyarakat Dayak Ga'ai yang bermukim di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau akan menyelenggarakan acara ini. Bagi detikers yang berencana untuk menyaksikan langsung keeksotisan dan kesakralan acara ini, artikel ini berisi panduan lengkap seputar festival tersebut.
Jadwal Festival Bekudung Betiung 2026
Seperti yang dijelaskan pada Instagram resmi @bekudungbetiung_, pelaksanaan Festival Adat Bekudung Betiung tahun 2026 telah dijadwalkan sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- 24-30 Juni 2026: Rangkaian kegiatan festival
- 25-26 Juni 2026: Puncak acara
- 30 Juni 2026: Penutupan festival
Apa Itu Festival Bekudung Betiung?
Bekudung Betiung adalah upacara adat panen padi yang dilaksanakan berdasarkan sistem penanggalan adat. Mulai dari masa menanam, merawat, hingga panen, seluruh proses selalu disertai ritual-ritual adat.
Suku Dayak Ga'ai merupakan salah satu sub-suku Dayak yang mendiami wilayah Kalimantan Timur, khususnya di Kampung Tumbit Dayak, Kabupaten Berau. Upacara adat Bekudung Betiung sudah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat dan terus dilestarikan hingga sekarang. Secara bahasa dan makna, Bekudung Betiung berasal dari dua kata, yaitu Bekudung dan Betiung. Filosofinya adalah:
- Bekudung (Nae Plie Ngatam): bermakna pesta syukuran setelah masyarakat menyelesaikan musim panen padi. Ritual ini adalah bentuk rasa terima kasih atas hasil bumi yang melimpah serta perlindungan selama masa tanam dari gangguan alam maupun hama.
- Betiung (Lamko): mengacu pada prosesi adat pendewasaan anak laki-laki yang ditandai dengan pemakaian ikat kepala sebagai simbol kedewasaan, tanggung jawab, dan kesiapan menjalani kehidupan di dalam masyarakat.
Dulunya Bekudung dan Betiung dilaksanakan secara terpisah. Namun seiring berjalannya waktu, kedua prosesi ini akhirnya digabung menjadi satu rangkaian acara besar yang kini kita kenal sebagai Festival Bekudung Betiung.
Rangkaian Ritual dan Kegiatan Adat
Beberapa rangkaian acara yang akan ditampilkan dalam Festival Bekudung Betiung antara lain:
- Jak Gai: prosesi pembukaan yang akan menampilkan tarian dan nyanyian adat untuk menyambut tamu serta menandai dimulainya rangkaian festival.
- Batiung & Beiiak: ritual penyucian dan pengukuhan adat anak muda sebagai simbol kesiapan memasuki tahap kedewasaan.
- Panjat Piruai: tradisi ekstrem dan unik berupa pengambilan madu di pohon tinggi dengan bantuan tali rotan.
- Kunjungan Rumah Kepala Tug: ziarah adat dan silaturahmi ke rumah tokoh adat.
- Pertunjukan Seni Dayak Ga'ai: tarian tradisional, musik, serta pertunjukan budaya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Festival Bekudung Betiung mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah sebagai bagian dari pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Berau. Menurut informasi yang beredar, dukungan tersebut umumnya berupa fasilitasi acara, promosi wisata, maupun bantuan lainnya.
Pada tahun 2024 misalnya, Bupati Berau menyumbangkan dana sebesar 100 juta rupiah untuk membantu biaya operasional festival yang nilainya mencapai Rp500 juta.
Yuk, jangan lewatkan kesempatan untuk ikut langsung melihat bagaimana suku Dayak Ga'ai merayakan hasil panen mereka di Kampung Tumbit Dayak pada 24-30 Juni mendatang!
(bai/bai)