Teka-teki Penyebab Lebam di Wajah Santri Zaki Sebelum Meninggal Dunia

Round Up

Teka-teki Penyebab Lebam di Wajah Santri Zaki Sebelum Meninggal Dunia

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Minggu, 15 Mar 2026 17:04 WIB
Kepergian Irfan Zaki Azizi (16) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Remaja yang dikenal sebagai hafiz Qur’an itu meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Pontianak dengan kondisi wajah lebam.
Irfan Zaki Azizi (16), hafiz Qur'an itu meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan kondisi wajah lebam. Foto: Istimewa (dok Keluarga Zaki)
Kubu Raya -

Nasib nahas menimpa Irfan Zaki Azizi (16), santri atau siswa kelas XI di SMA Tahfizhul Qur'an Labbaik, Pesantren Labbaik Indonesia, Kubu Raya. Entah apa yang menimpa Zaki, hingga ia harus dirawat intensif dengan sejumlah lebam di wajah dan bagian kepalanya.

Zaki yang memiliki nama panggilan Azizi di asrama, sempat menjalani perawatan intensif di RSU Santo Antonius Pontianak karena mengalami pembengkakan pada wajah. Zaki kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (13/3) pukul 07.40 WIB.

Jenazah Zaki kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kayong Utara dan dimakamkan di TPU Desa Harapan Mulya. Kepergian remaja tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putra dari Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah itu mulanya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka dan lebam di wajah. Ia dirawat intensif di rumah sakit setelah diduga mengalami trauma di bagian kepala.

Orang tua Zaki mengaku awalnya mendapat kabar dari pihak pesantren bahwa anak mereka mengalami alergi obat parasetamol. Kemudian mereka bertolak dari Kayong Utara ke Kubu Raya untuk memastikan kondisi sang anak. Namun, saat melihat langsung kondisi Azizi di rumah sakit, mereka justru menemukan luka yang dinilai tidak wajar.

"Kami awalnya diberitahu pihak pesantren bahwa anak kami alergi parasetamol. Tapi setelah melihat langsung kondisinya, wajahnya lebam dan bengkak parah, seperti bukan alergi," kata Ahmad kepada detikKalimantan, Kamis (12/3/2026).

Dalam foto yang didapat detikKalimantan, Zaki tampak terbaring di ranjang perawatan dengan kondisi wajah mengalami pembengkakan hebat di area mata. Kedua matanya terlihat bengkak hingga tertutup, disertai memar kehitaman di sekitar mata dan pipi.

Pihak keluarga menduga Zaki mengalami kekerasan di lingkungan pesantren yang berada di Kecamatan Sungai Kakap itu. Menurut keterangan dokter jaga di RS Anton Soedjarwo Bhayangkara Polda Kalbar, saat pertama kali Zaki dibawa, diduga ia mengalami trauma di bagian kepala sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut.

"Dokter jaga mengatakan ada trauma di kepala," ujar Ahmad.

Karena kondisi tersebut, Zaki kemudian dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis bedah saraf. Zaki kemudian menjalani perawatan di ruang perawatan intensif (ICU) guna mendapatkan pemantauan medis secara ketat.

Di lain sisi, Kepala Asrama pesantren, Ustaz Muhammad Aziz Shofiuddin membeberkan kronologi kondisi Zaki sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Menurut Aziz, keluhan Zaki sebenarnya sudah muncul sejak 9 Maret 2026. Saat itu Zaki sempat mengobrol dengan teman sekelasnya dan meminta obat karena mengaku mengalami sakit pada bagian mata.

"Pada tanggal 9 Maret Zaki sempat berbincang dengan temannya dan meminta obat sakit mata," kata Aziz kepada detikKalimantan, Kamis (12/3/2026).

Singkat cerita setelah menggunakan salep obat mata, Zaki tiba-tiba mengeluarkan cairan dari hidungnya. Ia sempat mengatakan kepada temannya bahwa kondisi tersebut mungkin efek dari obat yang digunakannya.

"Dia bilang, 'kan berefek obatnya'," ujarnya.

Malam harinya Zaki masih mengikuti kegiatan khataman Al-Qur'an di masjid yang berada di sekitar pesantren. Namun saat kegiatan berlangsung, teman-temannya mulai melihat kondisi mata Zaki sudah mulai membengkak.

Setelah pulang dari kegiatan tersebut, Zaki kembali menggunakan salep mata sebelum mengganti pakaian dan langsung berbaring di tempat tidur dengan menggunakan selimut.

Sekitar pukul 23.00 WIB, kondisi Zaki mulai memburuk. Ia dilaporkan mengalami menggigil dan kemudian dibawa ke Unit Kesehatan Santri (UKS) untuk mendapatkan penanganan dari musyrif kesehatan.

Di UKS, Zaki sempat diberi kompres. Namun sekitar pukul 00.00 WIB, kondisi matanya semakin membengkak dan mulai menghitam.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Zaki kembali menuju kamar mandi dengan dibimbing temannya. Sesampainya di kamar mandi, ia dilaporkan sempat muntah.

Setelah kembali ke kamar, kondisi Zaki disebut semakin tidak stabil. Ia terlihat gelisah saat tidur dan mulai mengalami kesulitan bernapas. Ketika waktu salat tahajud tiba, pembengkakan di wajah Zaki disebut semakin parah hingga berlanjut sampai pagi hari.

Pagi harinya Zaki kembali menuju kamar mandi dan bertemu dengan musyrif kesehatan. Saat itulah pihak pesantren memutuskan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Zaki sempat dibawa ke RS Anton Soedjarwo (Bhayangkara) Pontianak sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Satnto Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan dokter spesialis bedah saraf.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Pesantren Labbaik Indonesia, Ustaz Aswandi Alfatih tak memberikan keterangan lebih jauh mengenai adanya laporan dugaan penganiayaan. Menurutnya, pihak pesantren saat ini masih mendalami kejadian yang dialami Zaki.

Namun Aswandi menyebut pihak pesantren telah meminta keterangan dari sejumlah santri. Namun hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan.

"Kita juga minta keterangan santri, cuma sampai saat ini masih belum ada indikasi adanya tindak kekerasan. Jadi kami belum bisa juga memberikan kesimpulan," kata dia.

Orang Tua Zaki Lapor Polisi

Setelah Zaki dinyatakan meninggal, terungkap hasil pemeriksaan CT Scan terhadap Zaki menunjukkan adanya pembengkakan pada bagian otak. Meski begitu, pihak keluarga menolak tindakan otopsi sebagai upaya untuk mengetahui penyebab kematian.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya Iptu Nunut Rivaldo Simanjuntak melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, tim medis maupun kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Saat ini, pihaknya sedang pengumpulan alat bukti.

"Saat ini kami juga masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit sebagai bagian dari proses pengumpulan alat bukti," kata ade, Jumat (13/3/2026).

Dari hasil CT Scan Zaki (sebelumnya sempat ditulis Azizi), tim medis menemukan adanya pembengkakan pada otaknya. Namun tidak ditemukan keretakan atau trauma pada tulang tengkorak kepala Zaki.

Selain itu, tim medis juga mendapati adanya pembengkakan di area wajah, terutama pada bagian dagu bawah, kedua mata, dan kening.

Ade melanjutkan, meski menduga Zaki mengalami kekerasan, namun pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah Zaki. Akan tetapi pihak keluarga tetap meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Kubu Raya bersama KPAI dan stakeholder terkait," terangnya.

Pihak keluarga meminta aparat kepolisian tetap melanjutkan proses penyelidikan kasus tersebut. Permintaan itu disampaikan keluarga agar penyebab pasti kematian Zaki dapat terungkap secara jelas.

Rio Jiwantoro, adik dari ayah Zaki, mengatakan keluarga ingin kasus tersebut diusut hingga tuntas.

"Kalau tuntutan kami meminta kasus ini tetap dilanjutkan Bang, sehingga kami bisa mengetahui dengan jelas sebab meninggalnya almarhum Zaki," kata Rio kepada detikKalimantan, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Rio, keluarga berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta yang sebenarnya, terkait peristiwa yang menimpa keponakannya itu.

"Pihak keluarga sudah membuat laporan di Polres Kubu Raya (Rabu malam)," jelas Rio.

Ia mengatakan hingga saat ini keluarga masih menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan pihak kepolisian. Termasuk hasil pemeriksaan medis yang dapat menjelaskan penyebab kematian Zaki.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads