Kronologi Kasus Deepfake Vulgar Mahasiswa Biologi Untan Terbongkar

Kronologi Kasus Deepfake Vulgar Mahasiswa Biologi Untan Terbongkar

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 14 Mei 2026 10:28 WIB
Dugaan pelecehan oleh mahasiswa Untan Pontianak yang mengedit foto teman menjadi vulgar menggunakan AI. (Dok. Istimewa)
Foto: Dugaan pelecehan oleh mahasiswa Untan Pontianak yang mengedit foto teman menjadi vulgar menggunakan AI. (Dok. Istimewa)
Pontianak -

Korban kasus dugaan pembuatan konten deepfake vulgar oleh RY, mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, buka suara. Dia menjelaskan kronologi kasus foto editan AI ini bisa terbongkar.

Salah satu korban berinisial S menceritakan saat itu RY dan teman-temannya di angkatan 2025 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sedang melakukan praktikum mata kuliah Sistematika Mikroba pekan lalu. Saat itu, teman RY meminjam ponselnya untuk keperluan dokumentasi praktikum.

"Waktu itu teman sekelasnya lagi praktikum sistematika mikroba. Mereka minjam HP dia buat dokumentasi," ujar S kepada detikKalimantan, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah selesai memotret, teman RY disebut membuka galeri untuk mengecek hasil dokumentasi praktikum. Namun, mereka justru menemukan banyak foto perempuan yang dikenal tersimpan di dalam ponsel tersebut.

"Pas buka galeri, temannya heran kok banyak muka orang yang dia kenal. Pas dicek ternyata banyak sekali foto-foto tidak senonoh yang sudah diedit pelaku," katanya.

Meski sudah mengetahui kasus tersebut sejak awal, S dan korban awalnya memilih diam karena teman-teman RY disebut ingin mengumpulkan bukti dan membuat kasus itu viral agar mendapat perhatian luas.

"Jadi pada saat itu, karena waktu itu saya juga lagi capek banget, banyak kegiatan dan lain-lain, saya mau marah juga nggak bisa, mau nangis juga kayak sudah capek, jadi saya brush it off lah masalah itu, berusaha buat melupakan. Karena kalau misalnya ingin dipikirkan lebih lama, dipikirkan lebih lanjut, itu hanya akan merusak mental saya sendiri," kata S.

Beberapa hari kemudian, kasus tersebut akhirnya menyebar di media sosial dan grup percakapan mahasiswa. S mengaku terkejut saat bangun tidur dan mendapati grup percakapannya ramai membahas dugaan deepfake vulgar tersebut.

"Pas saya bangun, grup chat sudah rame banget. Ternyata kasusnya sudah viral," katanya.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads