Pelaku begal payudara di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) belum juga terungkap. Kini, Satreskrim Polres Banjar mengungkap beberapa kendala dan masih berusaha mengungkap pelaku.
Dikonfirmasi awak media, Kapolres Banjar AKBP Fadly menyebut pihaknya sudah melakukan penelusuran di sekitar lokasi kejadian. Hal ini guna mengetahui dan mencari petunjuk pelaku.
"Kami masih menyisir sekitar TKP," ujar Fadly, Kamis (4/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadly mengungkapkan, ada kesulitan dalam mengungkap siapa pelaku begal payudara terhadap sejumlah perempuan tersebut. Salah satunya karena korban yang tidak melihat pelat nomor pelaku.
"Karena minim saksi, korban tidak melihat plat motor pelaku, dan waktu kejadiannya Subuh," tutur Fadly.
Hal itu yang membuat proses pengungkapan pelaku masih memerlukan waktu. Terpisah, Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Rifandy membenarkan bahwa proses pengungkapan pelaku begal payudara masih belum bisa dilakukan.
"Ini sudah menjadi atensi. Kami masih mencari alat bukti dan saksi pada saat kejadian, mudahan ada petunjuk yang mengarah ke pelaku," kata Rifandy.
Diketahui, beberapa perempuan mengalami kejadian tidak mengenakkan di Jalan Pertigaan depan angkringan Cindai Alus. Korban yang didominasi pelajar itu mengalami pembegalan payudara yang dilakukan seorang laki-laki waktu dini hari.
Salah satu korbannya ialah pelajar di salah satu pondok pesantren Kabupaten Banjar. Keluarga korban, FZ mengatakan saat itu adiknya hendak berangkat untuk bekerja paruh waktu di sebuah warung nasi.
Saat di jalan, korban dipepet oleh pelaku dan langsung melakukan aksi bejatnya. Korban pun syok dan tidak mengingat pelat motor pelaku.
"Pengakuan adik saya pelaku menggunakan motor N-Max. Seorang diri," ungkapnya.
Padahal, adiknya saat itu sudah mengenakan pakaian yang sopan yakni gamis panjang, blazer dan hijab. Kini, kondisi korban masih dalam trauma serta takut saat hendak beraktivitas keluar rumah.
(bai/bai)