Pencarian dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang usai operasi penggerebekan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, kembali menemukan petunjuk baru. Tim gabungan menemukan sebuah rompi dinas polisi yang tersangkut di ranting pohon di aliran Sungai Katingan, pada Jumat (3/7/2026) sore.
Rompi tersebut ditemukan tidak jauh dari posko pencarian dan langsung diamankan untuk proses identifikasi oleh petugas. Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan adanya penemuan tersebut. Menurutnya, rompi itu diduga merupakan perlengkapan milik Aipda Yudhi Perdana Putra, anggota Satresnarkoba yang gugur saat operasi penindakan terhadap jaringan narkotika.
"Benar, tim gabungan menemukan sebuah rompi yang tersangkut di ranting kayu di Sungai Katingan. Saat ini rompi tersebut telah diamankan untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut," ujar Dodik, Sabtu (4/7/2026) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Dodik menegaskan pihaknya belum dapat memastikan kepemilikan rompi tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan.
"Kami menduga rompi itu adalah milik personel almarhum Yudhi. Namun kami masih menunggu hasil identifikasi untuk memastikan," jelasnya.
Di sisi lain, operasi pencarian terhadap dua personel yang masih dinyatakan hilang, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, terus diperluas. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polda Kalimantan Tengah, Basarnas, serta sejumlah instansi terkait menyisir aliran Sungai Katingan, bantaran sungai, hingga kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian.
"Hingga Jumat sore pencarian masih nihil. Pagi ini kembali dilanjutkan pencarian. Sampai saat ini kami masih mencari keberadaan dua anggota yang masih dinyatakan hilang. Seluruh personel gabungan terus bekerja maksimal melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Katingan," tegas Kapolres.
Penemuan rompi dinas tersebut menjadi petunjuk baru dalam operasi pencarian yang telah berlangsung selama beberapa hari. Aparat berharap proses penyisiran yang terus dilakukan dapat segera menemukan keberadaan dua personel yang masih hilang pasca-insiden berdarah saat penggerebekan jaringan narkotika di Tumbang Kalemei.
(des/des)
