Curhat Suka Duka Ngonten soal IKN, Dian Ngaku Pernah Diamankan Petugas

Kalimantan Timur

Curhat Suka Duka Ngonten soal IKN, Dian Ngaku Pernah Diamankan Petugas

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Selasa, 09 Jun 2026 18:00 WIB
Konten kreator Dian Rana saat meliput di kawasan IKN. (Istimewa)
Foto: Konten kreator Dian Rana saat meliput di kawasan IKN. (Istimewa)
Balikpapan -

Dian Rana sempat dikenal publik sebagai kreator konten sekaligus dokumentator independen pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia kini memutuskan berhenti dari profesinya dan beralih jadi pengemudi ojek online (ojol) di Balikpapan.

"Saya sudah putuskan sejak akhir 2025 untuk beralih, tidak lagi fokus khusus ke IKN. Saya juga ngontrak di sini, kalau terus bertahan enggak akan kebayar kontrakannya," kata Dian pada detikKalimantan, Selasa (9/6/2026).

Sebelum benar-benar meninggalkan aktivitas dokumentasi IKN, Dian berupaya memastikan karya-karyanya tetap dapat diakses di masa mendatang. Ia telah mengajukan puluhan video dokumentasi IKN miliknya ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konten kreator Dian Rana saat meliput di kawasan IKN. (Istimewa)Konten kreator Dian Rana saat meliput di kawasan IKN. (Istimewa)

Dari 27 video yang diajukan, beberapa di antaranya dinyatakan memenuhi syarat sebagai arsip statis.

"Saya ingin ada jejak bahwa saya pernah berjuang dan mendokumentasikan Ibu Kota Nusantara," katanya.

Dian kemudian mengenang memori suka duka selama kurang lebih empat tahun mendokumentasikan pembangunan IKN. Ia mengaku sempat menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Salah satunya terkait akses dan perizinan saat melakukan pengambilan gambar. Dian mengaku pernah diamankan petugas ketika mengambil dokumentasi di kawasan IKN pada malam hari, sekitar tahun 2024.

"Jadi waktu saya ngambil gambar itu malam memang, mungkin salah di saya juga yang hampir malam. Saat itu saya merasa sudah didukung oleh beberapa pihak termasuk kepala otorita IKN dulu. Jadi saya ingin memperlihatkan IKN saat malam hari kepada publik, sekitar Februari 2024," cerita Dian.

"Ternyata tindakan saya itu kayaknya membuat beberapa pihak tidak tidak nyaman. Makanya waktu itu saya sempat diabaikan juga. Maka di situ saya merasa, keberadaan saya juga tidak sepenuhnya diterima," lanjutnya.

Konten kreator Dian Rana saat meliput di kawasan IKN. (Istimewa)Konten kreator Dian Rana saat meliput di kawasan IKN. (Istimewa)

Peristiwa itu menjadi salah satu momen yang membuatnya mulai mempertanyakan keberadaannya sebagai dokumentator independen.

"Dari situ saya mulai berpikir, ternyata saya di sini tidak sepenuhnya diterima. Saya merasa mungkin tidak semestinya memaksakan diri terus datang ke IKN," tutur Dian.

Meski demikian, Dian mengaku tidak menyalahkan petugas di lapangan karena mereka hanya menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

"Karena kan ya saya enggak ada surat resmi atau ID card resmi yang saya pegang, sehingga di lapangan terkadang ya berbenturan juga sama teman-teman di lapangan. Ya, itu bukan salah mereka karena kan itu tugas mereka ya," ucapnya.

Di akhir wawancara, Dian pun menyampaikan harapannya akan nasib para kreator konten yang tertarik dengan perkembangan IKN. Menurutnya, eprlu ada mekanisme yang lebih jelas bagi para konten kreator yang ingin mendokumentasikan pembangunan IKN secara mandiri.

Dian bilang, keberadaan kartu identitas atau akses resmi bagi kreator dapat membantu proses peliputan di lapangan. Sekaligus, menghindari kesalahpahaman dengan petugas pengamanan.

"Harapan saya ada alur resmi untuk kreator. Kalau memang didukung, berikan ID atau tanda pengenal resmi sehingga teman-teman kreator bisa bekerja dengan jelas dan tidak perlu sembunyi-sembunyi saat membuat konten," harapnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads