Infografis: Seri Teror Buaya di Kalimantan Sepanjang Awal 2026

Infografis: Seri Teror Buaya di Kalimantan Sepanjang Awal 2026

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Rabu, 03 Jun 2026 19:00 WIB
Infografis Teror Buaya di Kalimantan Sepanjang Awal 2026
Infografis teror buaya di Kalimantan sepanjang awal 2026/Foto: Visual infografis diolah menggunakan NotebookLM
Balikpapan -

Sepanjang awal 2026, sejumlah wilayah di Kalimantan melaporkan konflik antara manusia dan buaya. Serangan predator air itu terjadi di lokasi yang beragam, mulai dari waduk, halaman rumah yang tergenang pasang, hingga sungai di kawasan permukiman, yang memicu aksi penyelamatan dramatis sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi warga.

Penyelamatan Dramatis di Waduk Persemaian Tarakan

Insiden bermula pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 15.15 Wita di Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

  • Kronologi: Seorang ibu paruh baya diterkam buaya berukuran 3 meter saat sedang mencari rumput untuk pakan ternak di pinggir waduk.
  • Aksi Polisi: Nyawa korban tertolong berkat kesigapan personel Polres Tarakan yang sedang melakukan pembinaan fisik calon siswa di lokasi tersebut.
  • Kondisi Korban: Korban mengalami patah tulang pada betis kanan dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT).

"Dengar teriakan histeris korban yang meminta tolong, anggota langsung berlari menuju sumber suara. Dan dengan sigap berupaya melepaskan gigitan buaya dari kaki korban," jelas Kasi Humas Polres Tarakan waktu itu, Iptu Rusli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan Saat Perbaiki Paralon di Sungai Kakap Kubu Raya

Bulan berikutnya, serangan terjadi di Dusun Garuda, Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Senin (16/2/2026) pukul 10.00 WIB.

  • Aktivitas Korban: Husin (68) diterkam saat sedang memperbaiki paralon mesin air di sungai tepat di depan rumahnya.
  • Penangkapan Predator: Buaya penyerang baru dilumpuhkan dan diamankan petugas BPSPL Pontianak empat hari setelah kejadian, yakni pada Jumat (20/2/2026).
  • Dampak Medis: Korban mendapatkan belasan jahitan pada tangan kanannya sebelum akhirnya diperbolehkan menjalani pemulihan di rumah keluarga.

Aksi Heroik Nenek Ernawati di Bengalon Kutai Timur

Hanya berselang sehari dari penangkapan buaya di Kubu Raya, sebuah kisah heroik muncul dari Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur pada Selasa (17/2/2026) pukul 13.00 Wita.

  • Penyelamatan Cucu: Ernawati (65) nekat melawan buaya yang menyambar betis cucunya, Firman Anugrah (10), saat sang cucu sedang berenang di halaman rumah yang tergenang air pasang.
  • Hasil Akhir: Nenek dan cucu tersebut selamat meski mengalami luka di bagian tangan dan kaki, dan sempat mendapatkan perawatan di RS Elisabeth.

"Air di sana kan sedang pasang, kemudian setelah menolong cucunya kemudian neneknya lagi yang diserang (buaya) untung ada tetangga mereka yang melihat," kata Kapolsek Bengalon waktu itu, AKP Asriadi.

Tragedi Maut Bocah 10 Tahun di Sungai Kudung

Meski banyak aksi penyelamatan berhasil, duka tetap menyelimuti Desa Tepian Langsat, Bengalon, Kutai Timur, pada Senin (30/3/2026) pukul 14.00 Wita.

  • Kejadian Tragis: Seorang bocah bernama Muhammad Isam (10) tewas setelah diterkam dan diseret buaya saat sedang mandi bersama rekan-rekannya di Sungai Jembatan 6 Kudung.
  • Upaya Warga: Warga sempat berupaya menarik korban dan melemparkan tombak ke arah buaya, namun kuatnya tarikan predator di air dangkal membuat upaya tersebut sulit.
  • Penemuan Jasad: Jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.30 Wita sejauh 40 meter dari lokasi awal terkaman.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sungai tersebut mengingat lokasi ini merupakan daerah rawan serangan buaya," terang AKP Asriadi.

Langkah Mitigasi dan Imbauan Kewaspadaan

Pihak kepolisian di berbagai daerah terus berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait untuk melakukan relokasi buaya di area rawan konflik. Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan yang menjadi habitat asli buaya, terutama saat kondisi air sedang pasang.

(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads