Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan menjadi satu-satunya instansi kehutanan di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) yang berhasil menyemai dan membudidayakan bibit pohon agathis. Ratusan bibit pohon endemik bernilai tinggi tersebut kini dirawat intensif di area persemaian KPH Tarakan.
Petugas Persemaian UPTD KPH Kota Tarakan Ibrahim mengungkapkan saat ini pihaknya tengah merawat sebanyak 507 bibit agathis. Ia berharap jumlah populasi bibit tersebut dapat terus bertambah ke depannya.
"Setahu kami untuk persemaian Dinas Kehutanan yang ada di Kaltara, hanya KPH Tarakan saja yang punya bibit agathis," ujar Ibrahim, saat ditemui detikKalimantan di Persemaian Permanen, Kamis (4/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibrahim menjelaskan, proses pembibitan ini tidak dilakukan melalui penyemaian biji, melainkan melalui metode cabutan. Hal ini terpaksa dilakukan karena buah agathis sangat sulit ditemukan di sekitar hutan persemaian.
"Kami bersama tim biasanya bergerilya mencari dan mencabut anakan yang tumbuh secara alami tepat di bawah pohon induknya untuk dipindahkan," terangnya.
Menariknya, tingkat keberhasilan pemindahan anakan ini sangat tinggi. Ibrahim mencatat, mulai dari proses pengambilan anakan di hutan hingga penanaman ke dalam polybag, belum ada satupun bibit yang gagal hidup atau mati.
"Padahal, proses penanaman pertama ke polybag memiliki tantangan tersendiri karena ukuran bibit yang masih sangat kecil dan kondisi cuaca yang kerap panas," tuturnya.
Untuk mencapai tinggi sekitar 60 sentimeter, bibit-bibit ini membutuhkan masa perawatan sekitar 8 bulan. Koleksi bibit berharga ini juga mendapat pengawasan langsung dari petugas keamanan (satpam) di area persemaian. Meski bernilai tinggi, Ibrahim menegaskan bahwa ratusan bibit tersebut tidak dikunci eksklusif hanya untuk kebutuhan penghijauan kawasan hutan kota Tarakan.
"KPH Tarakan membuka pintu lebar bagi KPH lain di wilayah Kalimantan Utara yang membutuhkan bibit tersebut. Bahkan, masyarakat umum yang ingin menanam pohon agathis di lahan milik pribadi juga diperbolehkan untuk memintanya," jelasnya.
Namun, Ibrahim menitipkan pesan penting ketika bibit pohon endemik ini nantinya dipindahkan ke alam terbuka. Kelangsungan hidup pohon menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
"Menanam itu mudah, tetapi yang paling utama adalah merawat agar bibit yang telah susah payah disemai dan dibudidayakan ini dapat hidup secara berkelanjutan. Tujuannya agar bisa membawa dampak positif bagi lingkungan serta ekonomi masyarakat Kalimantan," pungkasnya.
(des/des)