Galeri Nasional Indonesia Akan Ditata Ulang Mulai Akhir 2026
Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, yang menaungi GNI cerita selama ini fungsi GNI sebagai tempat pameran dan koleksinya ada di Gedung B.
"Selama ini pameran tetap di Gedung B, pameran seni temporer di Gedung A, yang mau diubah itu pameran tetapnya pindah ke Gedung A. Koleksi tetap Galeri Nasional indonesia itu yang mau ditonjolkan ke A, pelan-pelan kita tata ulang ke arah sana," ucap Esti saat diwawancarai redaksi BeritaKlik di Museum Nasional Indonesia, pada Kamis malam (22/1/2026).
Gedung A bakal menampilkan koleksi tetap GNI yang memuat maestro-maestro Tanah Air. "Lukisan S.Sudjojono, Hendra Gunawan, Raden Saleh, dulu selalu di B, sekarang mau ke A tapi itu kan butuh waktu ya, mulai akhir tahun 2026," ucapnya.
Di tahun ini, masih ada satu pameran kolektif dari Indonesian Woman Artist yang kelima dan bekerja sama dengan Cemara 6 Gallery. Kurator pamerannya adalah Carla Bianpoen yang dikenal sebagai kritikus dan penulis seni selama puluhan tahun.
Esti mengaku pamerannya sudah deal sejak tahun 2024 sebelum ia menjabat dan akan digelar tahun ini. Dengan berbagai pertimbangan dan diskusi panjang, GNI akan dinaikkan pamornya dengan memajang koleksi-koleksi tetap yang bergengsi, dan sistem akuisisi yang akan dimulai lagi dengan anggaran sekitar Rp 1 sampai 1,5 miliar.
Sistem akuisisi itu pun harus bertahap, caranya dengan kurator GNI yang mengajukan dan harganya harus seimbang. "Kita juga ingin anggaran segitu, bisa sebanyak mungkin akuisisi. Doakan saja," pungkasnya.
Sekarang di GNI, ada pameran apa saja ya?
Bagi detikers yang mau datang, pameran tetap ada di Gedung B lantai 2 dan dibuka setiap hari. Ruang Aktivitas Anak dan Keluarga (RAK) juga dibuka di Gedung B lantai 1 setiap hari. Harga tiketnya dibuka Rp 25 ribu (pelajar), Rp 50 ribu (dewasa), Rp 150 ribu (WNA), Rp 50 ribu 9WNA pemenang KITAS).
Tiket masuk Rp 0 ditujukkan untuk anak berusia 0-3 tahun, lansia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas, yatim piatu pelajar, pemegang KIP dan KIPK, dan pemandu rombongan.
(tia/aay)

