PlayStation Hapus 551 Film dari Library Customer Tanpa Ganti Rugi

Asep Syaifullah
|
detikPop
Sedang ramai di media sosial soal kerentanan besar di PlayStation Network. Kehebohan ini dikarenakan hacker bisa meretas akun pengguna lain hanya dengan informasi yang sangat minim.
Foto: PlayStation
Jakarta - Sony tampaknya benar-benar ingin mendorong penggunanya ke era serba digital. Setelah sebelumnya mengumumkan rencana untuk berhenti memproduksi disc (kaset) fisik untuk game PlayStation mulai 2028, kini muncul kabar yang kurang mengenakkan bagi para pencinta film.

Mulai 1 September 2026, PlayStation akan menghapus total 551 judul film dari library digital para pelanggannya.

Alasan utamanya? Karena kontrak lisensi konten antara Sony dan distributor film Studio Canal telah berakhir.

Akibatnya, film-film populer seperti Terminator 2, Total Recall, Hot Fuzz, Evil Dead 2, hingga This Is Spinal Tap bakal lenyap begitu saja dari akun pengguna yang sudah membelinya.

Melalui email yang dikirimkan kepada para pengguna yang terdampak, Sony menjelaskan bahwa mereka tidak akan lagi bisa mengakses konten dari Studio Canal yang sudah dibeli sebelumnya.

Parahnya lagi, Sony sama sekali tidak memberikan kompensasi, pengembalian dana (refund), ataupun ganti rugi dalam bentuk apa pun.

Kasus ini menjadi tamparan keras dan pengingat bagi kita semua mengenai kenyataan pahit dari "kepemilikan digital".

Ketika Anda membeli film secara digital dengan harga penuh, Anda sebenarnya tidak benar-benar memiliki film tersebut. Anda hanya membayar hak untuk menontonnya secara temporer sampai masa berlaku lisensi platform tersebut habis-atau sampai perusahaan memutuskan tidak ingin memperpanjang kontrak karena masalah harga.

Bagi banyak konsumen, tindakan menghapus produk yang sudah dibayar lunas tanpa adanya ganti rugi ini terasa seperti "pencurian" legal berkedok hukum lisensi.

Ditambah dengan rencana Sony yang akan menghilangkan opsi game fisik di masa depan, ruang bagi konsumen untuk benar-benar memiliki barang yang mereka beli secara sah menjadi semakin sempit.

Di sinilah media fisik seperti Blu-ray atau DVD membuktikan keunggulannya. Meskipun memakan tempat di rumah, barang fisik tersebut sepenuhnya menjadi milik Anda setelah dibeli.

Tidak akan ada perusahaan yang bisa datang ke rumah Anda untuk mengambilnya secara sepihak, dan Anda bahkan bisa menjualnya kembali jika sudah bosan.

Namun bagi pemilik koleksi film digital di PlayStation, mereka terpaksa harus gigit jari dan merelakan ratusan film mereka hilang begitu saja per September mendatang.




(ass/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO