Penerbit Batalkan Novel Horor Shy Girl Usai Penulis Dituding Pakai AI
Penerbit Hachette Book Group menarik novel yang ditulis oleh Mia Ballard pada 19 Maret lalu. Meskipun heboh dituding pakai AI, namun Ballard telah membantahnya. Ia mengatakan kepada media bahwa seorang editor yang dipekerjakan telah pakai AI saat menggarap versi novel yang diterbitkan sendiri.
Setelah tuduhan mulai beredar, dilansir dari New York Times, penerbit bilang mereka punya bukti novelnya dihasilkan oleh AI setelah adanya peninjauan teks. Setelah pengumuman tersebut, salah satu penerbit terbesar di AS itu menghapus naskah dari situs Amazon dan Hachette.
Shy Girl, yang dijadwalkan akan dirilis di AS pada Mei 2026, telah diterbitkan di Inggris. Menurut data terbaru, novelnya terjual lebih dari 1.800 eksemplar cetak.
Setelah adanya kasus tersebut, mereka akan menghentikan penerbitan bukunya di Inggris.
"Hachette tetap berkomitmen untuk melindungi ekspresi kreatif dan penceritaan asli. Orbit (di AS) tidak akan menerbitkan Shy Girl, dan Wildfire (di Inggris) telah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan penerbitan edisi mereka," kata juru bicara Hachette dilansir dari People, Sabtu (21/3/2026).
Klarifikasi Penulis
Novelis Mia Ballard mengatakan kontroversi ini telah mengubah hidupnya dalam banyak hal. Bahkan ia bilang, kesehatan mentalnya berada di titik terendah.
"Kontroversi ini telah mengubah hidup saya dalam banyak hal dan kesehatan mental saya berada pada titik terendah dan nama saya hancur karena sesuatu yang bahkan tidak saya lakukan secara pribadi," katanya.
Dia pun sedang menempuh jalur hukum atas kasus tersebut.
Sinopsis Novel
Shy Girl ceritain tentang wanita muda kesepian, miskin, dan depresi bernama Gia yang menemukan dirinya di persimpangan jalan ketika masalah keuangannya membawanya kepada Nathan. Dia seorang pria misterius dan kaya yang dia temui di situs web sugar daddy.
(tia/wes)

