Erwin Parengkuan Eksis Terbitkan Buku, Cara untuk Berbagi Ilmu

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Erwin Parengkuan
Potret Erwin Parengkuan Foto: Erwin Parengkuan/ Pribadi.
Jakarta - Lebih dari 22 tahun bergiat sebagai praktisi komunikasi, Erwin Parengkuan juga dikenal penulis buku. Sosok di balik berdirinya TALKINC itu baru saja meluncurkan buku berjudul Your Brand, Your Story di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta Selatan, awal Juni.

Sejak tahun 2008, Erwin sudah aktif menerbitkan buku setelah putuskan rampung dari industri hiburan Tanah Air. Pada masanya, ia merasa bosan dan tidak menemukan tantangan sama sekali.

"Saya berpikir tantangan baru apa ya, entertainment itu easy money. Kalau saya shifting pindah jadi pengajar dan fasilitator yang mengajarkan komunikasi, ada di dunia seni berbicara. Saya rasa orang-orang mendengarkan pengalaman saya berbekal mendirikan TALKINC di tahun 2004," katanya saat diwawancarai redaksi detikpop.

Setelah mendirikan TALKINC, Erwin mulai berpikir cara mendapatkan trafik dan exposure yang lebih bagus lagi terkait public speaking. Menurutnya, cara terbaik buat menyebarkan informasi dengan menulis buku.

"Karena menulis buku itu murah. Saya pikir itu cara terbaik saya untuk spread this information, betapa pentingnya belajar dari informasi jadi buku. Agar menciptakan awareness atau kasih dampak pada masyarakat karena banyak yang gak punya akses untuk belajar ke tempat kami," sambungnya.

Tak disangka, buku pertamanya itu jadi buku terlaris se-Indonesia dan berhasil dapatkan eksposure yang lebih bagus. Dari satu buku, lalu berkembang jadi modul pelatihan, serta naskah untuk karya lainnya.

"Saya pikir ini kan gak bisa habis dalam satu buku, berkembangnya ke modul buat peserta pelatihan. Gimana memahami diri terus saya seperti menemukan oase dan kolam bermain dengan menulis buku. Kayak addiction, setelah disebarkan, dan didistribusikan ke masyarakat," tegasnya.

Tak hanya mendapatkan tantangan baru, namun secara personal Erwin juga tipikal orang yang suka berbagi. Jika ada kerabat maupun teman tongkrongan meminta bantuan sekecil apapun, dan ia suka memberikan saran. Pria berusia 56 tahun itu memetaforakan sebagai 'sebuah jembatan'.

Perasaan suka berbagi informasi apapun yang diketahuinya menjadi kunci utama dalam penerbitan belasan buku tersebut. "I'm like the bridge, dari kecil saya sudah menyadari itu," ungkapnya.

Di buku ke-13 yang juga berisikan 13 chapter itu, ia menganalogikan sebagai perjalanan menaiki sebuah tangga. "Sampai tangga ke-13, you'll be suprise," kata Erwin.

Lewat Your Brand, Your Story: Personal Branding 2.0 and the Art of Storytelling, karyanya jadi semacam panduan praktis untuk membangun personal branding yang autentik, relevan, dan berkelanjutan. Buku ini menekankan citra diri bukan sekadar pencitraan, namun bagaimana mengomunikasikan keahlian dan pengalaman untuk memberikan dampak.


(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO