Tipu Netflix Rp196 M, Sutradara Hollywood Carl Rinsch Dinyatakan Bersalah
Rinsch, terbukti bersalah atas dakwaan melarikan dana investasi senilai 11 juta dolar AS (sekitar Rp196 miliar) yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan proyek serial fiksi ilmiah miliknya.
Vonis bersalah tersebut dijatuhkan setelah persidangan yang berlangsung selama satu pekan di hadapan Hakim Distrik AS Jed S. Rakoff.
Juri menyatakan, Rinsch bersalah atas satu pasal penipuan elektronik (wire fraud), satu pasal pencucian uang (money laundering), serta lima pasal transaksi keuangan menggunakan aset ilegal.
Atas akumulasi seluruh dakwaan tersebut, Rinsch kini menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal hingga 90 tahun, bukan 30 bulan.
"Carl Erik Rinsch, mengambil 11 juta dolar yang dialokasikan untuk sebuah acara TV dan malah menjadikannya bahan taruhan dalam opsi saham spekulatif serta transaksi kripto," ujar Jaksa Wilayah AS Jay Clayton dalam pernyataan resminya.
Alur Skema Penipuan Proyek White Horse
Kasus ini bermula ketika Rinsch mengajukan ide konsep serial fiksi ilmiah berjudul White Horse kepada pihak Netflix. Terpikat dengan premis cerita mengenai spesies manusia buatan, Netflix menggelontorkan investasi awal yang sangat masif sebesar 44 juta dolar AS (sekitar Rp680 miliar) antara 2018 dan 2019.
Pada awal 2020, Rinsch mendesak Netflix untuk mengirimkan dana tambahan demi merampungkan sisa produksi. Percaya bahwa uang tersebut akan digunakan untuk keperluan pra-produksi dan pascaproduksi, Netflix mentransfer tambahan dana sebesar 11 juta dolar AS.
Namun, alih-alih melanjutkan syuting, Rinsch justru langsung memindahkan seluruh dana tambahan tersebut ke akun broker saham pribadinya melalui jaringan rekening berlapis.
Kalah Saham, Menang Kripto, Lalu Foya-Foya
Berdasarkan dokumen dakwaan, pelacakan aliran dana menunjukkan perilaku belanja Rinsch yang tidak terkendali:
Saham Gagal: Dalam waktu kurang dari dua bulan setelah menerima uang tunai dari Netflix, Rinsch kehilangan lebih dari setengah dana tersebut (sekitar 5,5 hingga 6 juta dolar AS) akibat transaksi opsi saham spekulatif yang berujung rugi total.
Investasi Kripto: Guna memutar sisa uang yang ada, ia menaruh sisa dana ke pasar mata uang kripto (Dogecoin) dan berhasil mencatatkan keuntungan finansial yang besar hingga mencapai 23 juta dolar AS.
Belanja Kasur dan Furnitur Mewah: Bukannya mengembalikan modal ke proyek film, ia menghabiskan sekitar 3,3 hingga 3,8 juta dolar AS untuk membeli furnitur antik dan barang mewah, termasuk hampir 1 juta dolar AS murni hanya untuk kasur bermerek dan seprai mahal.
Armada Mobil & Jam Tangan: Rinsch juga membelanjakan 2,4 juta dolar AS untuk membeli koleksi mobil mewah berupa lima unit Rolls-Royce dan satu unit Ferrari merah, serta menghabiskan ratusan ribu dolar untuk jam tangan mewah Swiss.
Melunasi Tagihan: Sebesar 1,7 juta dolar AS digunakan murni untuk membayar tagihan kartu kredit pribadinya.
Pembelaan Kuasa Hukum dan Dampak bagi Industri
Di ruang sidang, pengacara Rinsch, Benjamin Zeman, berargumen bahwa dana 11 juta dolar AS tersebut secara hukum merupakan hak pembayaran kontrak untuk kliennya atas pemenuhan sebagian episode, sehingga sang sutradara bebas membelanjakannya.
Zeman mengkritik keras putusan juri dan menyebut kasus ini dapat menjadi preseden berbahaya bagi masa depan para pekerja seni yang terlibat sengketa kreatif atau kontrak dengan perusahaan media raksasa.
Akibat dari kasus ini, serial White Horse tidak pernah selesai diproduksi dan tidak pernah menayangkan satu episode pun. Netflix terpaksa melakukan penghapusan buku (write-off) dan menanggung kerugian total sebesar 55 juta dolar AS dari proyek mangkrak tersebut.
Pihak Netflix menolak memberikan komentar tambahan terkait vonis bersalah ini. Sidang formal untuk pembacaan vonis hukuman akhir (sentencing date) Carl Rinsch dijadwalkan akan digelar pada 17 April 2026.
(ass/wes)












































