Totalitas Cindy Nirmala di Sengkolo, Gas Syuting Meski Kaki Bengkak
Dalam wawancara bersama BeritaKlik belum lama ini, Cindy mengungkapkan pengalaman berat yang dialaminya saat syuting di Kebumen, Jawa Tengah. Ia mengaku kesehatannya langsung menurun setibanya di lokasi, meski sebelumnya dalam kondisi baik-baik saja saat masih berada di Jakarta. Cuaca ekstrem diduga menjadi penyebabnya.
"Entah kenapa, pas sampai Kebumen aku langsung sakit. Langsung infus vitamin, langsung suntik vitamin juga. Tapi sakitnya berlanjut, aku vertigo, pusing, sakit kepala, sampai ada satu momen kakiku bengkak dua-tiga hari," ungkapnya.
Di tengah kondisi fisik yang menurun, Cindy tetap menjalani syuting sesuai jadwal. Ia bahkan harus melakoni adegan-adegan berat yang menuntut fisik dan emosi secara bersamaan.
Salah satu tantangan terberat dirasakannya saat harus menjalani adegan drama emosional bersama karakter Rahayu. Dalam kondisi tubuh yang sudah sangat lelah, Cindy harus menampilkan adegan tangis yang menguras energi.
"Pas shot kedua, aku sempat ada satu momen kayak aku tidak merasakan apa-apa. Aku sampai bilang ke asisten sutradara, 'Bentar ya A', terus aku minggir dan duduk. Aku baru sadar, ternyata manusiawi ya ketika kita nggak bisa ngerasain apa-apa saat fisik lagi drop banget," tuturnya.
Beruntung, tim produksi dan sutradara memberikan dukungan penuh. Set syuting sempat dikondisikan agar hening sehingga Cindy bisa kembali mengumpulkan emosi untuk melanjutkan adegan.
Tantangan fisik berlanjut saat Cindy harus menjalani adegan kejar-kejaran dengan karakter anak kecil yang juga muncul dalam poster film Sengkolo. Adegan tersebut diambil seharian penuh dengan berbagai sudut kamera dan perpindahan set.
"Itu menyenangkan sih, cuma capeknya luar biasa. Kalau itu draining physically. Aku selalu suka film horor karena semuanya ada, dari drama sampai teknis lari-larian itu pasti ada," tambahnya.
Meski harus berjuang di tengah kondisi fisik yang tidak prima, Cindy mengaku telah memberikan kemampuan terbaiknya selama proses syuting. Ia pun berharap totalitas para pemain dan kru dapat dirasakan penonton saat film ini tayang.
Kisah di balik layar ini menjadi bukti bahwa Sengkolo Petaka Satu Suro bukan hanya menyajikan kengerian di layar, tetapi juga dedikasi tinggi para pemain yang bertaruh fisik demi menghasilkan karya horor berkualitas.
(ass/nu2)

