Leo Pictures Umumkan Deretan Proyek 2026, Ada Luna Maya-Giorgio Antonio

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
Luna Maya menghadiri  LEO PICTURES SHOWCASE 2026 di Main Atrium Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).
(Foto: dok. Leo Pictures) Luna Maya menghadiri LEO PICTURES SHOWCASE 2026 di Main Atrium Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).
Jakarta - Rumah produksi Leo Pictures memperkenalkan deretan film dan series terbaru yang akan tayang sepanjang 2026 lewat ajang LEO PICTURES SHOWCASE 2026 di Main Atrium Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). Dalam acara ini, Luna Maya hingga Giorgio Antonio mencuri perhatian lewat keterlibatan mereka di proyek terbaru.

Mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti keluarga, perjuangan perempuan, kehilangan, hingga horor, showcase ini menjadi ruang bagi Leo Pictures untuk memperkenalkan visi cerita yang lebih emosional kepada penonton Indonesia.

"Bagi kami, film bukan hanya hiburan. Film adalah cara untuk menyampaikan rasa, pengalaman hidup, dan hal-hal yang kadang sulit diucapkan secara langsung. Kami hanya ingin terus membuat cerita yang bisa dekat dengan hati penonton Indonesia," ujar Produser Agung Saputra di Central Park Jakarta Barat pada Sabtu (8/5/2026).

Agung juga berharap karya-karya terbaru mereka bisa memberi dampak emosional dan ruang diskusi di masyarakat.

"Semoga cerita-cerita yang kami hadirkan tahun ini bisa menemani banyak orang, dan mungkin membuat sebagian dari kita lebih menghargai keluarga, hubungan, dan kehidupan," tambahnya.

Luna Maya Jadi Eksekutif Produser Film Jangan Buang Ibu

LEO PICTURES SHOWCASE 2026 di Main Atrium Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).LEO PICTURES SHOWCASE 2026 di Main Atrium Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). Foto: dok. Leo Pictures

Salah satu sorotan utama dalam showcase ini datang dari film Jangan Buang Ibu. Di mana Luna Maya dipercaya menjadi eksekutif produser bersama Yasmin Napper.

Luna mengaku tertarik terlibat setelah membaca naskah yang dinilainya berbeda dari film keluarga pada umumnya.

"Pokoknya kalau ditanya kenapa mau terlibat, pertama Mas Agung sudah memberikan beberapa skrip. Saat baca Jangan Buang Ibu, benar-benar dari baca skripnya saja aku suka banget dan rasanya berbeda dari yang sudah pernah aku tonton," kata Luna Maya.

Film ini mengangkat kisah seorang ibu tunggal bernama Ristiana yang harus menghadapi kenyataan pahit. Terutama ketika dititipkan ke panti wreda oleh anak-anaknya sendiri. Luna bahkan mengaku emosinya ikut terbawa saat menonton hasil akhir film tersebut.

"Berbeda dari film-film tentang ibu lainnya sih menurut aku. Dari baca skripnya dan pas nonton aku bilang enggak bakal nangis awalnya. Eh ternyata iya, mewek," ujarnya.

Aktris Nirina Zubir yang memerankan Ristiana juga membagikan refleksi mendalam. Ia menyebut peran tersebut membuatnya lebih menghargai waktu bersama keluarga.

"Honestly, setelah memerankan Ibu Ristiana dari diriku sendiri juga jadi ada pembelajaran juga sih. Ngapain sih buru-buru?" kata Nirina.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan waktu bersama keluarga.

"Yuk kita gunakan bersama keluarga kita sebaik-baiknya," lanjutnya.

Film ini juga dibintangi Dwi Sasono, Refal Hady, Amanda Manopo, hingga Erika Carlina dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 25 Juni 2026.

Giorgio Antonio Debut Akting di Series Bunga di Tepi Jurang

LEO PICTURES SHOWCASE 2026 di Main Atrium Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).LEO PICTURES SHOWCASE 2026 di Main Atrium Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). Foto: Febriyantino Nur Pratama/BeritaKlik

Sementara itu, Giorgio Antonio untuk pertama kalinya menjajal dunia akting lewat series Bunga di Tepi Jurang.

"Pertama kali ya... main (series). A new experience lah ya," ujar Giorgio.

Ia mengaku karakter yang diperankannya sangat berbeda dari kepribadiannya sehari-hari. Sehingga ia tertarik bergabung di series ini.

"Karakternya sangat beda dari personalitas saya, jadi ya exciting sih. Something new," lanjutnya.

Series ini juga dibintangi Claresta Taufan sebagai pemeran utama bernama Anin. Anin adalah gadis desa yang merantau ke Jakarta untuk mengejar mimpi.

"Andini punya mimpi besar dan tidak mudah putus asa. Tapi ternyata Jakarta yang dia impikan tidak semudah yang dia bayangkan," kata Claresta.

Ia menambahkan, series ini memadukan drama kehidupan, keluarga, romansa hingga komedi.

"Jujur menantang, karena banyak scene baru yang aku belum pernah lakukan sebelumnya," ujarnya.

Series Bunga di Tepi Jurang juga dibintangi Stefan William, Derby Romero, Aliando Syarief, dan lainnya, serta akan tayang di MAXstream dan iQIYI dalam waktu dekat.

(fbr/aay)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO