8 YouTuber yang Nyebrang Jadi Sutradara dan Sukses
Berikut 8 YouTuber yang nyebrang ke dunia film, siapa saja:
1. Danny & Michael Philippou (RackaRacka)
Cuplikan adegan di dalam film Talk To Me. Foto: Dok. A24 |
Kanal YouTube: RackaRacka
Karya Layar Lebar: Talk to Me (2023)
Duo sutradara kembar asal Australia ini terkenal di YouTube lewat video aksi komedi yang penuh kekerasan dan efek visual ekstrem. Mereka sukses besar saat merilis film horor panjang perdana mereka, Talk to Me, di bawah studio A24 yang mendapat pujian luas dari kritikus.
Baca juga: Spider-Man Lawan Hulk: Ternyata Segede Ini! |
2. Bo Burnham
Kanal YouTube: Bo Burnham
Karya Layar Lebar: Eighth Grade (2018)
Eight Grade Foto: Dok. Ist |
Memulai karier sebagai remaja yang menyanyikan lagu komedi di kamarnya, Burnham berkembang menjadi komedian jenius. Debut penyutradaraannya lewat film Eighth Grade dipuji karena sangat akurat dalam menggambarkan kecemasan remaja di era media sosial.
3. David F. Sandberg
Shazam! Foto: Shazam! (imdb.) |
Kanal YouTube: ponysmasher
Karya Layar Lebar: Lights Out (2016) & Shazam! (2019)
Kreator asal Swedia ini viral setelah mengunggah film pendek horor bermodal nol berjudul Lights Out ke YouTube. Hollywood meliriknya untuk membuat versi layar lebar film tersebut, yang kemudian membuka jalannya menyutradarai film pahlawan super DC, Shazam!.
4. Dan Trachtenberg
Prey Foto: dok Prey |
Kanal YouTube / Podcast: Totally Rad Show
Karya Layar Lebar: 10 Cloverfield Lane (2016) & Prey (2022)
Trachtenberg awalnya dikenal sebagai pembawa acara ulasan film dan game di internet. Ia menarik perhatian Hollywood setelah menyutradarai film pendek buatan penggemar berjudul Portal: No Escape di YouTube, hingga akhirnya dipercaya memegang waralaba besar seperti Cloverfield dan Predator (Prey).
5. The Daniels (Daniel Kwan & Daniel Scheinert)
Stephanie Hsu di Everything Everywhere All at Once. Foto: dok. A24 |
Kanal YouTube / Platform: Daniels / Vimeo
Karya Layar Lebar: Swiss Army Man (2016) & Everything Everywhere All at Once (2022)
Duo ini memulai karier dengan membuat video musik viral (seperti "Turn Down for What") dan sketsa komedi absurd di internet. Gaya visual mereka yang gila dan unik tersebut berhasil membawa mereka memenangkan Piala Oscar lewat film Everything Everywhere All at Once.
6. Mark Edward Fischbach
Iron Lung (2026). Foto: Dok. Ist |
Kanal YouTube: Markiplier
Karya Layar Lebar: Iron Lung (2026)
Bertahun-tahun sebelum debut penyutradaraan film panjangnya, ia bereksperimen dengan format interaktif "pilih petualanganmu sendiri" melalui YouTube Originals seperti A Heist with Markiplier dan In Space with Markiplier.
Praktik tersebut membuahkan hasil dengan Iron Lung (2026), sebuah film horor fiksi ilmiah yang mengadaptasi gim video indie dengan nama yang sama, yang ditulis, disutradarai, dibintangi, dan sepenuhnya dibiayai sendiri oleh Fischbach dengan biaya sedikit lebih dari $4 juta.
Baca juga: Iron Man Harusnya Mati Lebih Cepat! |
Permintaan penggemar mendorong film tersebut diputar di sekitar 4.000 layar pada akhir pekan pembukaannya, jangkauan distribusi yang luar biasa untuk sebuah film tanpa dukungan studio sama sekali.
7. Kane Parsons
Scene film Backrooms. (Istimewa/IMDb) Foto: Scene film Backrooms. (Istimewa/IMDb) |
Kanal YouTube: Kane Pixels
Karya Layar Lebar: Backrooms (2026)
Kane masih berusia 14 tahun waktu nunjukin ide originalnya, Backrooms. Enam tahun kemudian karya itu sudah menjelma menjadi salah satu film horor terbaik tahun ini dan beberapa rekor lainnya, termasuk sutradara termuda sepanjang sejarah yang masuk di jajaran Box Office.
8. Curry Barker
Obsession (2025). Foto: Dok. Ist |
Kanal YouTube: that's a bad idea
Karya Layar Lebar: Obsession (2026)
Lewat Milk & Serial ia membangun penonton setia di kanalnya sebelum akhirnya dipercaya untuk melanjutkan ke layar lebar dengan Obsession. Pilihan Focus Features tak salah, ia sudah berhasil meraih pendapatan perdana $15 juta dan menduduki posisi 5 besar Box Office.
(ass/tia)




















































