8 YouTuber yang Nyebrang Jadi Sutradara dan Sukses

Asep Syaifullah
|
detikPop
Adegan dalam film Backrooms (2026).
Foto: dok. A24
Jakarta - Baru-baru ini ramai banget bahasan soal Backrooms dan juga Obsession yang beneran ngebuat para penonton kagum. Yang bikin heboh lagi, karya itu merupakan garapan dari YouTuber muda dan makin nujukkin aja nih potensi mereka gimana ke depannya.

Berikut 8 YouTuber yang nyebrang ke dunia film, siapa saja:

1. Danny & Michael Philippou (RackaRacka)

Cuplikan adegan di dalam film Talk To Me.Cuplikan adegan di dalam film Talk To Me. Foto: Dok. A24

Kanal YouTube: RackaRacka

Karya Layar Lebar: Talk to Me (2023)

Duo sutradara kembar asal Australia ini terkenal di YouTube lewat video aksi komedi yang penuh kekerasan dan efek visual ekstrem. Mereka sukses besar saat merilis film horor panjang perdana mereka, Talk to Me, di bawah studio A24 yang mendapat pujian luas dari kritikus.

2. Bo Burnham

Kanal YouTube: Bo Burnham

Karya Layar Lebar: Eighth Grade (2018)

Eight GradeEight Grade Foto: Dok. Ist

Memulai karier sebagai remaja yang menyanyikan lagu komedi di kamarnya, Burnham berkembang menjadi komedian jenius. Debut penyutradaraannya lewat film Eighth Grade dipuji karena sangat akurat dalam menggambarkan kecemasan remaja di era media sosial.

3. David F. Sandberg

Shazam!Shazam! Foto: Shazam! (imdb.)

Kanal YouTube: ponysmasher

Karya Layar Lebar: Lights Out (2016) & Shazam! (2019)

Kreator asal Swedia ini viral setelah mengunggah film pendek horor bermodal nol berjudul Lights Out ke YouTube. Hollywood meliriknya untuk membuat versi layar lebar film tersebut, yang kemudian membuka jalannya menyutradarai film pahlawan super DC, Shazam!.

4. Dan Trachtenberg

PreyPrey Foto: dok Prey

Kanal YouTube / Podcast: Totally Rad Show

Karya Layar Lebar: 10 Cloverfield Lane (2016) & Prey (2022)

Trachtenberg awalnya dikenal sebagai pembawa acara ulasan film dan game di internet. Ia menarik perhatian Hollywood setelah menyutradarai film pendek buatan penggemar berjudul Portal: No Escape di YouTube, hingga akhirnya dipercaya memegang waralaba besar seperti Cloverfield dan Predator (Prey).

5. The Daniels (Daniel Kwan & Daniel Scheinert)

Stephanie Hsu di Everything Everywhere All at Once.Stephanie Hsu di Everything Everywhere All at Once. Foto: dok. A24

Kanal YouTube / Platform: Daniels / Vimeo

Karya Layar Lebar: Swiss Army Man (2016) & Everything Everywhere All at Once (2022)

Duo ini memulai karier dengan membuat video musik viral (seperti "Turn Down for What") dan sketsa komedi absurd di internet. Gaya visual mereka yang gila dan unik tersebut berhasil membawa mereka memenangkan Piala Oscar lewat film Everything Everywhere All at Once.

6. Mark Edward Fischbach

Iron Lung (2026).Iron Lung (2026). Foto: Dok. Ist

Kanal YouTube: Markiplier

Karya Layar Lebar: Iron Lung (2026)

Bertahun-tahun sebelum debut penyutradaraan film panjangnya, ia bereksperimen dengan format interaktif "pilih petualanganmu sendiri" melalui YouTube Originals seperti A Heist with Markiplier dan In Space with Markiplier.

Praktik tersebut membuahkan hasil dengan Iron Lung (2026), sebuah film horor fiksi ilmiah yang mengadaptasi gim video indie dengan nama yang sama, yang ditulis, disutradarai, dibintangi, dan sepenuhnya dibiayai sendiri oleh Fischbach dengan biaya sedikit lebih dari $4 juta.

Permintaan penggemar mendorong film tersebut diputar di sekitar 4.000 layar pada akhir pekan pembukaannya, jangkauan distribusi yang luar biasa untuk sebuah film tanpa dukungan studio sama sekali.

7. Kane Parsons

Scene film Backrooms. (Istimewa/IMDb)Scene film Backrooms. (Istimewa/IMDb) Foto: Scene film Backrooms. (Istimewa/IMDb)

Kanal YouTube: Kane Pixels

Karya Layar Lebar: Backrooms (2026)

Kane masih berusia 14 tahun waktu nunjukin ide originalnya, Backrooms. Enam tahun kemudian karya itu sudah menjelma menjadi salah satu film horor terbaik tahun ini dan beberapa rekor lainnya, termasuk sutradara termuda sepanjang sejarah yang masuk di jajaran Box Office.

8. Curry Barker

Obsession (2025).Obsession (2025). Foto: Dok. Ist

Kanal YouTube: that's a bad idea

Karya Layar Lebar: Obsession (2026)

Lewat Milk & Serial ia membangun penonton setia di kanalnya sebelum akhirnya dipercaya untuk melanjutkan ke layar lebar dengan Obsession. Pilihan Focus Features tak salah, ia sudah berhasil meraih pendapatan perdana $15 juta dan menduduki posisi 5 besar Box Office.




(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO