Supergirl: Giliran Sepupu Superman Naik Panggung

Candra Aditya
|
detikPop

EDITORIAL RATING

3/5

AUDIENCE RATING

-
Supergirl (2026).

Sinopsis:

James Gunn, arsitek dari film-film DC, suka sekali membuat dunia dengan karakter-karakter yang terluka. Dan mereka biasanya memilih untuk menertawakan luka mereka sebelum akhirnya mencari cara paling efektif untuk melepaskan semua trauma itu.

Kara Zor-El alias Supergirl (Milly Alcock) juga seperti itu. Pertama kali kita bertemu dengannya, Kara memilih untuk tinggal di planet dengan matahari merah.

Kara memilih tempat dengan matahari ini karena ia tidak bisa menggunakan kemampuan supernya sehingga ia bisa melakukan hal yang saat ini ia sangat senangi: mabuk.

Supergirl (2026).Supergirl (2026). Foto: Dok. Warner Bros

Sepupu Kara, Kal-El alias Superman (David Corenswet) mencoba untuk menanyakan kabar. Ia berusaha sebisanya untuk membuat sepupunya itu lepas dari semua rasa dukanya yang terlalu pekat.

Tapi Kara saat ini lebih memilih untuk menghabiskan waktu mengerjakan hal tidak penting daripada menjadi pahlawan seperti yang dilakukan Kal-El.

Seorang gadis muda bernama Rutheye Marye Knoll (Eve Ridley) sebenarnya hadir dalam hidup Kara pada saat yang tepat. Rutheye mengajaknya untuk memburu Krem of the Yellow Hills (Matthias Schoenaerts) yang telah menghabiskan seluruh keluarganya.

Tapi sekali lagi, Kara tidak tertarik untuk menjadi penolong. Sampai akhirnya satu-satunya keluarga dalam hidupnya, Krypto si anjing gemas kesayangannya, diracun oleh Krem dan hanya orang itu yang mempunyai penawarnya. Maka Kara bersama Rutheye menjelajah galaksi untuk menemukan Krem.

Review:

Supergirl jelas jauh lebih sederhana daripada Superman yang rilis tahun lalu. Entah karena Superman lebih populer-atau alasan lain seperti misalnya kenyataan bahwa banyak penggemar komik yang masih seksis, tapi yang jelas film ini jauh lebih kecil dari dunia Kal-El.

Meskipun penulis skrip Ana Nogueira dan sutradara Craig Gillespie mengajak penonton untuk mengunjungi beberapa planet, film ini sengaja didesain dengan lebih sederhana.

Supergirl (2026).Supergirl (2026). Foto: Dok. Warner Bros

Bagian baiknya adalah film ini sangat mudah diikuti karena siapa pun bisa memahami Kara tanpa perlu tambahan informasi apa-apa. Penonton yang tidak familiar dengan Supergirl atau yang tidak membaca komiknya bisa tahu mengerti setiap keputusan yang dilakukan oleh tokoh utamanya.

Nogueira memberikan eksposisi yang sangat jelas, lengkap dengan flashback yang mengharu biru, untuk menjelaskan kenapa pahlawan ini sengaja untuk pensiun. Dibandingkan dengan cerita Superman tahun lalu yang agak njelimet, film ini jauh lebih mudah ditelan.

Bagian baik berikutnya adalah bagaimana pembuat filmnya menggunakan plot yang sederhana-mencari penawar racun bagi anabul kesayangan-untuk mengeksplor tema yang terasa berat.

Baik Kal-El dan Kara sama-sama berduka atas musnahnya planet mereka bersama isinya. Kalau Kal-El sama sekali tidak mengenal tanah kelahirannya, Kara masih mendapatkan kesempatan untuk mengenal kedua orang tuanya. Dan hal ini justru yang membuatnya menjadi tertutup dan ugal-ugalan.

Rasa sakit yang hadir karena rasa bersalah menghantui Kara seumur hidupnya. Dan soal menyelamatkan anabul, saya yakin banyak penonton yang relate dengan perjuangan Kara. Setiap orang tua anabul pasti akan melakukan apa yang Kara lakukan demi menyelamatkan anabul mereka.

Berita tidak baiknya adalah kenyataan bahwa Supergirl terasa seperti film untuk streaming. Mungkin karena kita sudah terlalu dimanjakan oleh tayangan streaming.

Supergirl (2026).Supergirl (2026). Foto: Dok. Warner Bros

Atau mungkin karena semua streaming service melakukan segala cara untuk membuat orang tetap terhibur di rumah dengan membuat entertainment kelas satu.

Hal ini menyebabkan penonton-termasuk saya-mengharapkan sesuatu yang larger-than-life saat menyaksikan blockbuster di bioskop. Cerita yang terlalu sederhana dan desain produksi yang kurang megah-terutama jika kita membandingkannya dengan Superman tahun lalu-membuat film ini terasa mid.

Tapi untungnya ada satu faktor yang membuat film ini tetap layak untuk disaksikan di layar lebar. Dan itu adalah penampilan Milly Alcock yang sensasional.

Sejak penampilannya yang mencuri perhatian di film sepupunya tahun lalu, Alcock membuktikan bahwa ia adalah Kara/Supergirl luar dalam.

Saya percaya dengan kesedihannya, saya percaya bahwa dia adalah pahlawan super dan saya percaya bahwa dia baik. Di tangannya Supergirl menjadi tokoh yang layak didukung, meskipun sayangnya ia terjebak dalam kisah yang usang.

Genreaction, superhero
Runtime108 minutes
Release DateJune 26
Production Co.

DC Studios

Troll Court Entertainment

The Safran Company

DirectorCraig Gillespie
WriterAna Nogueira
Cast

Milly Alcock as Kara Zor-El/Supergirl

Matthias Schoenaerts as Krem of the Yellow Hills

Eve Ridley as Ruthye Marye Knoll

David Krumholtz as Zor-El


TAGS


MOVIE LAINNYA

SHOW MORE