Film Armie Hammer Di-ban di Jerman, Elon Musk Share Link di X
Padahal film yang bercerita tentang seorang pebisnis sukses asal Amerika yang hobi memburu orang-orang itu juga mengambil lokasi syuting di Jerman. Dilansir dari beberapa sumber disebutkan jika Citizen Vigilante dianggap terlalu sadis oleh pemerintah Jerman.
Apalagi di sini dikisahkan jika si pengusaha itu kerap membantai para imigran di Kroasia, bahkan tak jarang ia menghabisi seluruh lawan-lawan nya baik dalam segi bisnis maupun politik. Hal ini yang mengundang kekhawatiran pemerintah Jerman akan memicu gerakan anti-imigran yang berujung kerusuhan.
Baca juga: 7 Film Terbaru Tayang Juli di Bioskop |
Menurut media berita Jerman, Welt, badan klasifikasi film Jerman, Freiwillige Selbstkontrolle der Filmwirtschaft (FSK, atau lembaga swaregulasi sukarela industri film), tidak secara tegas melarang Citizen Vigilante, namun menolak untuk memberikan klasifikasi atau rating usia bagi film tersebut.
Akibatnya, film ini tidak memiliki peringkat usia sehingga tidak dapat dipromosikan dengan cara yang dapat mendorong anak di bawah umur untuk menontonnya.
Kendati demikian, film ini tetap dapat dijual secara daring maupun di toko video setelah melalui verifikasi usia; namun, meskipun secara teknis dapat ditayangkan di hadapan penonton dewasa, ketiadaan klasifikasi membuat sebagian besar saluran distribusi dan penayangan konvensional tertutup bagi Citizen Vigilante.
Citizen Vigilante (2026) Foto: Dok. Ist |
Kejadian ini pun membuat Elon Musk turun tangan. Ia memilih untuk mendistribusikan film itu secara online di media sosial miliknya (perusahaannya) yakni X. Ia pun menayangkan film berdurasi 89 menit itu secara streaming di X dan juga membagikan linknya.
Dalam deskripsinya Citizen Vigilante dituliskan, 'Saat tinggal di Kroasia, seorang pengusaha Amerika yang kaya raya berubah menjadi sosok main hakim sendiri yang ditakuti, yang mengincar para penjahat kejam, pemerkosa, dan hakim korup. Ketika aksinya yang brutal kian mendapat sorotan di dunia maya dan berbagai media, ia pun segera menjadi buronan sekaligus sosok pahlawan publik yang tak terduga.'
Karier Armie Hammer yang pernah membintangi film-film seperti The Social Network, Call Me By Your Name, dan Sorry to Bother You, anjlok pada 2021 setelah ia menghadapi tuduhan kekerasan seksual.
Hammer membantah tuduhan tersebut, dan pada 2023, jaksa memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan hukum terhadapnya.
Boll mengumumkan melalui platform X pada akhir pekan kemarin Citizen Vigilante 2 akan dirilis pada 2027. Sehari sebelumnya, Musk menanggapi sebuah unggahan di X yang memperlihatkan Citizen Vigilante menempati peringkat kedua dalam daftar film terpopuler di Apple TV.
Ia menulis, "Citizen Vigilante 2 akan jauh lebih bagus."
(ass/dar)













































