9 Buku Fantasi Epik yang Layak Jadi The Next Game of Thrones
Kunci dari kesuksesan "The Next Game of Thrones" bukan sekadar basis penggemar yang besar, melainkan konflik yang masuk akal dan karakter moral yang abu-abu.
Sementara beberapa buku populer seperti Fourth Wing sedang diproduksi Amazon dan Mistborn karya Brandon Sanderson telah diambil alih Apple TV+, berikut adalah 9 rekomendasi buku fantasi luar biasa yang sangat layak diangkat menjadi serial TV epik:
1. The Black Company - Glen Cook
Buku yang terbit 1984 ini dianggap sebagai pelopor genre grimdark (fantasi gelap). Ceritanya tidak berfokus pada pahlawan hebat, melainkan sekelompok tentara bayaran yang bekerja untuk penguasa kegelapan demi bertahan hidup. Nuansanya yang kelam dan berpasir sangat cocok untuk penggemar berat GoT yang menyukai realisme dalam dunia fantasi.
2. The Riyria Chronicles - Michael J. Sullivan
Mengisahkan duet pencuri sinis, Royce Melborn dan Hadrian Blackwater, yang terjebak dalam nasib dunia mereka. Berbeda dengan GoT yang sangat kelam, buku ini menyajikan dinamika hubungan buddy comedy yang kuat dengan plot yang tersusun sangat rapi. Sangat potensial untuk menjadi serial yang adiktif dan seru untuk di-binge-watch.
3. The Sword of Kaigen - M.L. Wang
Berlatar di dunia fiksi yang terinspirasi dari budaya Jepang, novel standalone (sekali tamat) ini berfokus pada seorang wanita prajurit, suaminya yang dingin, dan propaganda sebuah peradaban. Paruh pertama buku ini adalah drama domestik yang menyentuh, sebelum akhirnya berubah menjadi kisah perang yang brutal dan emosional.
4. The Powder Mage Trilogy - Brian McClellan
Bagaimana jika premis GoT digabungkan dengan estetika Revolusi Prancis? Trilogi ini menceritakan dunia yang sedang bergolak setelah sang raja digulingkan. Sistem sihirnya sangat unik, di mana para penyihir (Powder Mages) bisa memanipulasi bubuk mesiu dan peluru dengan pikiran mereka-elemen yang akan sangat visual jika diadaptasi ke layar kaca.
5. Gideon the Ninth (The Locked Tomb Series) - Tamsyn Muir
Sering digambarkan secara unik sebagai kisah "penyihir nekromansi lesbian di luar angkasa," seri ini menggabungkan misteri pembunuhan, horor psikologis, dan kekaisaran galaksi yang diatur oleh Dewa abadi. Alur ceritanya yang berani dan penuh kejutan menjadikannya salah satu karya fantasi paling orisinal dalam sedekade terakhir.
6. The Poppy War - R.F. Kuang
Terinspirasi dari sejarah kelam Tiongkok abad ke-20, buku ini mengikuti perjalanan Rin, anak yatim piatu yang menguasai ilmu perdukunan dewa kuno demi memenangkan perang. Ini adalah salah satu fantasi paling kelam yang pernah ditulis, penuh dengan kritik terhadap trauma sejarah dan kekejaman perang yang tidak disaring.
7. The Priory of the Orange Tree - Samantha Shannon
Novel setebal lebih dari 800 halaman ini menyajikan epik fantasi dengan naga, namun berpusat pada kepemimpinan perempuan dan dunia yang inklusif (queer-friendly). Hubungan politik dan teologi antar-tiga peradaban besar di dalamnya digarap dengan sangat detail dan menakjubkan.
8. The Fifth Season (The Broken Earth Trilogy) - N.K. Jemisin
Trilogi jenius ini berhasil memenangkan Hugo Award selama tiga tahun berturut-turut. Berlatar di sebuah superbenua yang tidak stabil secara geologis, cerita ini mengeksplorasi isu penindasan, trauma antargenerasi, dan perbudakan kaum penyihir bumi (orogenes). Skalanya yang masif dan narasinya yang emosional menjadikannya sebuah mahakarya.
9. The First Law Trilogy - Joe Abercrombie
Jika Anda mencari tontonan yang paling mendekati rasa Game of Thrones, trilogi ini adalah jawabannya. Penuh dengan komedi gelap, aksi yang brutal, dan karakter yang sangat cacat moral-mulai dari barbarian kejam hingga penyiksa cacat fisik dari institusi inkuisisi. Abercrombie berhasil membongkar kiasan-kiasan fantasi klasik dan menunjukkan bagaimana kekuasaan sebenarnya bekerja secara sinis.
(ass/wes)












































