Alasan Jacob Elordi atau Callum Turner Gak Bakal Jadi James Bond

Asep Syaifullah
|
detikPop
Jacob Elordi di Oscar 2022
Foto: dok. AP
Jakarta - Teka-teki mengenai siapa yang akan mengenakan tuksedo ikonik James Bond selanjutnya masih menjadi salah satu topik paling panas di Hollywood.

Seiring dengan kosongnya takhta Agen 007 setelah era Daniel Craig berakhir, deretan nama aktor muda papan atas seperti Jacob Elordi, Callum Turner, hingga Harris Dickinson terus digadang-gadang oleh penggemar sebagai kandidat kuat.

Namun, jika keputusan berada di tangan Debbie McWilliams, nama-nama beken tersebut dipastikan bakal langsung dicoret dari daftar.

McWilliams bukanlah orang sembarangan. Ia adalah sosok legendaris di balik layar waralaba James Bond yang menjabat sebagai direktur kasting selama 40 tahun. Dia bertanggung jawab penuh atas terpilihnya Timothy Dalton, Pierce Brosnan, hingga Daniel Craig.

Dalam sebuah wawancara terbaru, wanita yang mengawal kasting Agen 007 sejak film For Your Eyes Only (1981) hingga No Time to Die (2021) ini secara blak-blakan menolak tren media yang menjagokan aktor-aktor naik daun tersebut.

Bagi McWilliams, masalah utama dari aktor sekelas Jacob Elordi (Euphoria, Saltburn) atau Callum Turner (Masters of the Air) bukanlah soal kemampuan akting, melainkan tingkat popularitas mereka yang sudah terlalu masif.

Di era digital sekarang, kehidupan pribadi para bintang muda ini sudah terlanjur dikonsumsi publik setiap hari.

"Saya tidak ingin melihat satu pun dari mereka sebagai James Bond," tegas McWilliams tanpa ragu.

"Masalahnya, sekarang kita sudah tahu terlalu banyak tentang kehidupan pribadi mereka."

Menurutnya, esensi utama dari karakter James Bond adalah sebuah misteri. Ia menilai penonton zaman sekarang akan sulit memisahkan karakter mata-mata rahasia paling mematikan di dunia dengan persona asli sang aktor yang kerap mondar-mandir di media sosial, menjadi wajah dari brand fashion mewah, atau menjadi santapan empuk berita paparazzi.

"Kita ingin tahu sesedikit mungkin tentang pribadi mereka, karena begitulah mata-mata yang sebenarnya. Anda harus benar-benar percaya bahwa pria ini adalah mesin pembunuh berdarah dingin. Rasanya sulit memercayai hal itu jika Anda sudah tahu di mana dia biasa berbelanja atau siapa saja anggota keluarganya," lanjutnya.

Untuk memperkuat argumennya, McWilliams mengajak publik menengok kembali sejarah panjang pemilihan aktor James Bond.

Hampir semua aktor yang sukses menghidupkan karakter ciptaan Ian Fleming tersebut dipilih saat mereka bukan siapa-siapa di industri perfilman arus utama.

Ia mencontohkan keputusan paling berisiko yang pernah diambilnya, yaitu saat menunjuk Daniel Craig untuk film Casino Royale (2006). Kala itu, publik dan media sempat meragukan Craig yang dianggap kurang terkenal dan lebih sering bermain dalam film-film independen beranggaran kecil.

Namun, efek kejutan itulah yang justru menjadi senjata utama kesuksesan era Craig. Begitu pula dengan Pierce Brosnan atau Timothy Dalton, yang profilnya tidak terlalu terekspos sebelum akhirnya diumumkan secara resmi sebagai Agen 007 yang baru.

Bagi McWilliams, aktor James Bond yang ideal adalah seseorang yang datang secara tidak terduga.

Saat ini, posisi direktur kasting untuk era baru James Bond di bawah naungan Amazon telah estafet kepada Nina Gold, sosok jenius di balik kasting serial Game of Thrones dan Star Wars.

Meskipun sudah tidak lagi terlibat langsung dalam proses penyaringan, Debbie McWilliams menaruh harapan besar agar suksesornya tetap mempertahankan tradisi lama: mencari hidden gem di industri film, ketimbang memilih aktor yang namanya sedang berada di puncak popularitas.

Jadi, buat kamu yang berharap melihat Jacob Elordi memesan segelas martini, kamu harus bersiap-siap kecewa.

Pintu menuju agensi MI6 tampaknya hanya terbuka bagi mereka yang pandai menyembunyikan diri dari sorotan radar dunia.


(ass/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO