5 Aktor yang Tolak Balik di Sekuel Meski Nge-hit
Baru-baru ini, Jesse Eisenberg menjelaskan keputusannya untuk tidak kembali memerankan salah satu pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dalam film "pendamping" The Social Network yang akan datang, The Social Reckoning.
Alih-alih dirinya, peran tersebut akan dimainkan oleh bintang serial Succession, Jeremy Strong. Eisenberg telah memperjelas bahwa dirinya lebih memilih untuk terus bermain dalam film-film Now You See Me.
Baca juga: Supergirl Loyo, Milly Alcock Disalahkan |
Eisenberg bukanlah satu-satunya aktor yang melewatkan kesempatan untuk menghidupkan kembali peran populernya. Terkadang hal ini murni karena masalah jadwal yang bentrok, seperti saat Katie Holmes tidak bisa kembali untuk film The Dark Knight.
Berikut adalah deretan aktor papan atas yang memilih hengkang dan menolak membintangi sekuel dari film hit mereka sendiri:
1. Keanu Reeves (Speed 2: Cruise Control)
Aksi Keanu Reeves dan Sandra Bullock di Speed. Foto: Dok. Ist |
Setelah sukses besar lewat film aksi-thriller Speed (1994) bersama Sandra Bullock, Keanu Reeves mengejutkan publik karena menolak tawaran untuk sekuelnya.
Alasannya cukup sederhana namun menggelitik: ia tidak sreg dengan naskahnya. Keanu merasa konsep film aksi yang berlatar di atas kapal pesiar mewah yang berjalan lambat sama sekali tidak masuk akal untuk sebuah film yang mengutamakan "kecepatan".
Pilihan Keanu terbukti tepat, karena Speed 2 akhirnya berakhir menjadi salah satu sekuel paling gagal dalam sejarah bioskop.
2. Jodie Foster (Hannibal)
Jodie Foster saat tampil di The Silence of the Lamb (1991). Foto: Dok. Ist |
Penampilan Jodie Foster sebagai agen FBI Clarice Starling dalam The Silence of the Lambs (1991) tidak hanya ikonik, tetapi juga membuahkan piala Oscar untuknya.
Namun, saat proyek sekuelnya yang berjudul Hannibal (2001) digarap, Foster memutuskan untuk mundur. Alasan utamanya adalah ia merasa karakter Clarice dalam naskah baru tersebut mengalami penurunan kualitas dan melakukan hal-hal yang mengkhianati sifat asli karakter aslinya di film pertama.
Peran Clarice akhirnya dialihkan kepada Julianne Moore.
3. Rachel Weisz (The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor)
Penampilan Rachel Weisz di film The Mummy (1999). Foto: Dok. Universal Pictures |
Rachel Weisz sukses menghidupkan karakter Evelyn Carnahan dalam dua film pertama The Mummy. Namun, pada film ketiga yang dirilis 2008, posisinya digantikan oleh Maria Bello.
Ada dua versi alasan di balik absennya Weisz: masalah jadwal syuting yang bentrok karena ia baru saja melahirkan, serta rumor bahwa ia tidak menyukai naskahnya karena karakter Evelyn tiba-tiba digambarkan memiliki anak yang sudah berusia 21 tahun.
4. Katie Holmes (The Dark Knight)
SAO PAULO, BRAZIL - APRIL 27: Katie Holmes and guest attend the 7th Annual amfAR Inspiration Gala on April 27, 2017 in Sao Paulo, Brazil. (Photo by Studio Fernanda Calfat/Getty Images for amfAR) Foto: Katie Holme (Photo by Studio Fernanda Calfat/Getty Images |
Katie Holmes berperan sebagai Rachel Dawes, cinta masa kecil Bruce Wayne, dalam Batman Begins (2005) karya Christopher Nolan.
Meskipun film tersebut sukses meletakkan fondasi baru bagi sang manusia kelelawar, Holmes memilih tidak kembali untuk sekuel mahakaryanya, The Dark Knight (2008).
Holmes memilih untuk membintangi film komedi kriminal Mad Money bersama Queen Latifah. Peran Rachel Dawes pun akhirnya jatuh ke tangan Maggie Gyllenhaal.
5. Jim Carrey (Son of the Mask)
Cameron Diaz saat tampil bersama Jim Carrey di The Mask (1994). Foto: Dok. Ist |
Komedian jenius Jim Carrey kabarnya sempat ditawari bayaran fantastis senilai $10 juta dolar untuk kembali mengenakan topeng hijau dalam sekuel The Mask.
Namun, Carrey menolaknya karena ia menyadari bahwa dirinya tidak terlalu menikmati proses mengulangi karakter yang sama berulang kali (seperti yang ia rasakan setelah membuat sekuel Ace Ventura).
Tanpa kehadiran Carrey, proyek tersebut berubah menjadi Son of the Mask (2005) yang dibintangi Jamie Kennedy dan berujung gagal total di pasaran.
Keputusan para aktor ini membuktikan bahwa bagi sebagian bintang besar, integritas terhadap karakter, kenyamanan bekerja, dan kualitas naskah jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar angka di atas cek kontrak.
(ass/tia)






