Trump Oprek Lagi Gedung Putih, Giliran Taman Bersejarah yang Dirombak

Trump Oprek Lagi Gedung Putih, Giliran Taman Bersejarah yang Dirombak

Wildan Alghofari - detikProperti
Sabtu, 24 Jan 2026 17:06 WIB
Trump Oprek Lagi Gedung Putih, Giliran Taman Bersejarah yang Dirombak
Ilustrasi White House (Foto: AP/Nathan Howard)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melanjutkan ambisinya merombak wajah ibu kota Washington, D.C. Setelah sebelumnya merenovasi Sayap Timur Gedung Putih, kali ini ia menyasar Lafayette Square, sebuah taman publik yang berada tepat di sisi utara Gedung Putih.

Dilansir dari The Washington Post, pada hari Selasa (20/1) waktu setempat, para pekerja mulai mendirikan pagar di sekeliling Lafayette Square yang luasnya sekitar 7 acre atau sekitar 28.328 meter persegi. Pagar tersebut membatasi akses ke area yang selama ini kerap menjadi titik awal kunjungan wisatawan menuju kediaman eksekutif.

Pihak Gedung Putih menyebutkan bahwa tahap awal renovasi akan difokuskan pada perbaikan air mancur. Setelah itu, akan diperluas ke sistem sprinkler, hamparan rumput, bangku taman, hingga tepi jalan. Proyek ini diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Mei 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump juga akan mengaspal ulang jalur pejalan kaki di taman tersebut untuk menghilangkan batu bata yang dikhawatirkan dapat digunakan sebagai senjata saat aksi demonstrasi. Rencana ini mencuat setelah terjadinya bentrokan antara demonstran dan polisi di sejumlah wilayah Amerika Serikat.

Renovasi tersebut menjadi bagian dari proyek pembenahan terbaru jelang peringatan 250 tahun Amerika Serikat. Pihak Gedung Putih dilaporkan telah menyerahkan penjelasan teknis proyek terbaru ini kepada National Park Service (NPS).

ADVERTISEMENT

Rencana perubahan taman bersejarah ini menuai sorotan dari kalangan kelompok pelestarian sejarah. Mereka mempertanyakan proses peninjauan dan pengawasan proyek terbaru yang dinilai belum dilakukan secara transparan.

"Lafayette Park yang merupakan situs bersejarah nasional, akan didesain ulang. Pagar sudah dipasang tetapi belum ada rencana yang dipresentasikan. Di mana pengawasannya," ujar CEO Cultural Landscape Foundation, Charles A. Birnbaum, dikutip dari The Washington Post, Sabtu (24/1/2026).

Proyek di Lafayette Square merupakan bagian dari upaya Trump yang lebih luas dalam mengubah kompleks Gedung Putih. Sebelumnya, Trump telah merobohkan bangunan Sayap Timur untuk membangun ballroom senilai US$ 400 juta atau sekitar Rp 6,7 triliun (kurs Rp 16.820), serta mengaspal Rose Garden guna dijadikan area teras.

Pihak Gedung Putih juga mengungkap adanya rencana lanjutan berupa penambahan lantai dua di Sayap Barat, serta pembangunan pusat pemeriksaan keamanan pengunjung yang baru. Proyek ini sempat digugat oleh banyak pihak karena renovasi ini dilakukan tanpa kajian menyeluruh dari lembaga pengawas.

Kritik akan proyek renovasi sebelumnya juga datang dari Partai Demokrat dan kelompok pengawas. Mereka menilai pemerintahan Trump mengabaikan prosedur dengan tidak mengajukan rencana proyek kepada Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional dan Komisi Seni Rupa.

Pada proyek renovasi terbarunya ini, Organisasi Nirlaba, The Trust for the National Mall turut menggalang dana untuk mendukung pembaruan Lafayette Square.

"Lafayette Park akan menjadi ruang yang lebih hidup dan ramah yang menghubungkan pengunjung ke Gedung Putih, kota Washington D.C., dan negara, untuk peringatan 250 tahun Amerika pada tahun 2026 dan seterusnya," tulis organisasi tersebut dalam pernyataan resminya, seperti dikutip The Washington Post.

Sekitar satu mil di sebelah utara Gedung Putih, pekerjaan renovasi dan penataan juga tengah dilakukan di Meridian Hill Park atau Malcolm X Park. Berdasarkan catatan pengadaan federal, proyek senilai US$ 10,68 juta atau sekitar Rp 179 miliar tersebut mulai digarap sejak Desember untuk memulihkan air mancur bertingkat yang telah lama mengalami kerusakan.

Pada awal pekan ini, National Park Service mengumumkan pengerahan pasukan National Guard selama 24 jam di kawasan taman itu tanpa batas waktu. Hal itu dilakukan guna memastikan proses rehabilitasi air mancur berlangsung aman dan terlindungi.

Sejarawan Gedung Putih menilai langkah renovasi terbaru yang dilakukan Trump ini, sebagai salah satu perubahan paling masif dalam beberapa generasi terakhir. Langkah pembatasan di sekitar Lafayette Square dinilai sejalan dengan kecenderungan Gedung Putih yang selama beberapa dekade terakhir terus memperluas kontrol keamanan, sehingga area yang sebelumnya relatif terbuka kini berada di bawah pengawasan yang semakin ketat.

"Karena kekhawatiran keamanan, Gedung Putih selama beberapa dekade memperluas kontrolnya ke lingkungan sekitarnya. Area yang dulu relatif terbuka kini berada di bawah payung keamanan yang ketat," ucap Sejarawan Gedung Putih, Tevi Troy.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads