Malangnya Rusun Tepi Laut Jakarta: Lantai Retak, Tembok Tumbuh Tanaman

Malangnya Rusun Tepi Laut Jakarta: Lantai Retak, Tembok Tumbuh Tanaman

ilham fikriansyah - detikProperti
Kamis, 29 Jan 2026 11:17 WIB
Malangnya Rusun Tepi Laut Jakarta: Lantai Retak, Tembok Tumbuh Tanaman
Rusunawa Marunda yang kondisinya mulai mengkhawatirkan. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/BeritaKlik
Jakarta -

Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) yang dibangun di utara Jakarta, yakni Rusunawa Marunda kondisinya mengkhawatirkan. Terletak di Cilincing, Jakarta Utara, rusunawa ini telah menjadi tempat tinggal oleh ratusan kepala keluarga.

Sayangnya, bangunan rusun yang terdiri dari empat klaster itu kini kondisinya kini sudah mengkhawatirkan. Bahkan, untuk bangunan Rusunawa Marunda Klaster C sudah dirobohkan karena dinilai sudah tidak layak huni.

Sedikit informasi, sebanyak lima blok di Rusunawa Marunda Klaster C perlahan mulai dirobohkan sejak November 2025. Hunian vertikal itu sendiri sudah terbengkalai sejak 2023.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2021, sebagian struktur di Klaster C dinilai sudah tidak layak. Kajian itu menjadi landasan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pembongkaran total.

Tim detikProperti berkesempatan langsung untuk mengunjungi Rusunawa Marunda pada Rabu (28/1/2026) siang. Tampak bangunan Klaster C Rusunawa Marunda sudah lenyap dan kini rata dengan tanah.

ADVERTISEMENT
Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, yang kondisinya sudah mengkhawatirkanRusunawa Marunda Klaster C yang sudah rata dengan tanah. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/BeritaKlik

Di atas lahan bekas Klaster C itu ada sebuah eskavator tengah beroperasi untuk mengeruk tanah. Sisa-sisa puing bangunan juga masih terlihat di sekitar yang belum sempat diangkut.

Sementara itu, Klaster A, B, dan D di Rusunawa Marunda masih berdiri dan tetap dihuni. Namun, kondisi bangunannya memang sudah mengkhawatirkan, khususnya Klaster A dan B.

Bangunan rusunawa yang terdiri dari lima lantai itu mengalami kerusakan di sejumlah titik, seperti cat tembok yang sudah pudar dan mengelupas. Lalu, muncul sejumlah retakan halus di pada tembok rusunawa.

Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, yang kondisinya sudah mengkhawatirkanRusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, yang kondisinya sudah mengkhawatirkan Foto: Ilham Satria Fikriansyah/BeritaKlik

Beberapa bangunan rusunawa bahkan ditumbuhi oleh tanaman liar yang menempel di tembok. Dari jarak cukup jauh bisa terlihat dengan jelas ada sejumlah pohon liar yang tumbuh di sela-sela dinding.

Lantai keramik di berbagai bangunan rusunawa mengalami retak dan pecah. Terlihat juga ada banyak coretan tangan di dinding rusun yang membuat rusunawa ini terlihat kumuh.

Di beberapa titik bangunan suasananya terasa lembap sehingga menjadi tempat bagi lumut dan jamur hitam (black mold) untuk tumbuh. Kondisi ini tentu dapat membahayakan penghuni rusun karena bisa mengganggu masalah kesehatan.

Selain itu, banyak pegangan tangga yang terbuat dari besi sudah mengalami karatan. Ada juga beberapa unit kamar yang sengaja dikosongkan dan tidak boleh dihuni karena dinilai sudah tidak layak oleh pengelola rusunawa.

Namun tidak semua klaster di Rusunawa Marunda kondisinya mengkhawtirkan. Saat berkunjung ke Klaster D justru lebih rapi dan nyaman. Warna cat tembok masih terlihat pekat sehingga memberikan kesan fresh.

Keramik lantainya juga tidak pecah-pecah dan tidak kusam. Bahkan, tidak ditemukan ada lumut yang menempel di dinding sehingga tidak menghilangkan estetika bangunan.

Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, yang kondisinya sudah mengkhawatirkanRusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, yang kondisinya sudah mengkhawatirkan Foto: Ilham Satria Fikriansyah/BeritaKlik

Kepala Satuan Penertiban Rusunawa Marunda Ferengki Pakpahan mengatakan beberapa bangunan Rusunawa Marunda kondisinya memang sudah tidak layak, terutama pada Klaster C sehingga harus dibongkar. Sedangkan untuk Klaster A dan B juga sudah mulai ditemui kerusakan di beberapa titik.

"Jadi karena unit bangunannya sudah batas akhir atau expired sehingga harus dibongkar, karena bangunan juga memiliki usia pakai ya," kata Ferengki saat ditemui di Rusunawa Marunda, Rabu (28/1).

Ferengki menyebut untuk setiap unit kamar di Klaster A, B, dan D terus dilakukan pemeliharaan agar masih bisa dihuni secara layak. Baru-baru ini, pihak pengelola telah memperbaiki sejumlah hunian yang mengalami kebocoran.

"Baru-baru ini juga dipelihara, dirawat, jadi kalau ada unit-unitnya yang kira-kira bocor akan diperbaiki," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk Klaster A dan B akan segera direvitalisasi, mengikuti Klaster C yang sudah dirobohkan dan akan dibangun tower rusun dengan 20 lantai. Namun, Ferengki belum bisa memastikan kapan Klaster A dan B akan direvitalisasi.

"Nanti mengikuti (klaster) A dan B karena memang kita nggak bisa menganalisa secara awam karena ada ahli tertentu yang bisa mengukur kelayakan bangunan itu. Jadi kalau menurut mereka masih layak dalam 1-2 tahun kemungkinan bisa dihuni, tapi kalau misalnya sudah nggak layak nah kita harus cepat-cepat karena takutnya terjadi sesuatu," pungkas Ferengki.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(ilf/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads