Sudah Uzur dan Tak Layak Huni, Rusun Tepi Laut Jakarta Direvitalisasi

Sudah Uzur dan Tak Layak Huni, Rusun Tepi Laut Jakarta Direvitalisasi

ilham fikriansyah - detikProperti
Kamis, 29 Jan 2026 14:10 WIB
Sudah Uzur dan Tak Layak Huni, Rusun Tepi Laut Jakarta Direvitalisasi
Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara. Foto: Mohammad Farrel
Jakarta -

Dalam beberapa tahun terakhir Rusunawa Marunda tengah menjadi perbincangan hangat. Sebab, kondisi bangunannya dinilai sudah tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Rusunawa Marunda terletak di Cilincing, Jakarta Utara. Hunian vertikal ini sebenarnya punya salah satu keunggulan, yakni berada di tepi laut sehingga warga bisa menikmati 'ocean view' dari dalam hunian.

Namun, menempati sebuah tempat tinggal tidak hanya mengutamakan lanskap yang indah, tapi juga keamanan dan kenyamanan. Sayangnya, Rusunawa Marunda yang dibangun pada 2004 itu kondisinya kini mengkhawatirkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, ada empat klaster yang berdiri di Rusunawa Marunda, yakni Klaster A, B, C, dan D. Kini hanya menyisakan tiga klaster saja karena Klaster C sudah dirobohkan untuk dibangun ulang.

Alasan utama Rusunawa Marunda Klaster C dirobohkan karena sudah tidak layak huni berdasarkan kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2021. Klaster yang terdiri dari lima blok itu akhirnya dikosongkan sejak 2023 dan seluruh penghuninya dipindahkan ke Rusunawa Rorotan dan Rusunawa Padat Karya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pernah terjadi insiden atap ambruk di Klaster C pada 30 Agustus 2023. Kala itu, dak beton pada Blok C5 mengalami rubuh yang lokasinya terletak di sekitar hall belakang.

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden atap ambruk tersebut. Namun ada 451 keluarga yang terdampak, sehingga mereka harus direlokasi ke Rusun Nagrak agar lebih aman.

Tim detikProperti berkesempatan langsung untuk mengunjungi Rusunawa Marunda pada Rabu (28/1/2026) siang. Tampak bangunan Klaster C Rusunawa Marunda sudah lenyap dan kini rata dengan tanah.

Selain Klaster C, kondisi bangunan Klaster A dan B di Rusunawa Marunda kini mulai mengkhawatirkan. Dari pantauan di lokasi, terlihat beberapa bangunan di sejumlah blok memang menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Bangunan blok rusunawa yang terdiri dari lima lantai itu mengalami kerusakan di sejumlah titik, seperti cat tembok yang sudah pudar dan mengelupas. Lalu, muncul sejumlah retakan halus di pada tembok rusunawa.

Suasana hunian vertikal di kawasan pesisir Jakarta tampak berjalan dalam ritme yang tenang. Pada Rabu (28/1/2026), aktivitas warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, terpantau lengang dengan lalu lalang penghuni yang tidak padat.Suasana Rusunawa Marunda yang penuh coret-coretan. Foto: Mohammad Farrel

Lantai keramik di berbagai bangunan rusunawa mengalami retak dan pecah. Terlihat juga ada banyak coretan tangan di dinding rusun yang membuat rusunawa ini terlihat kumuh.

Selain itu, banyak pegangan tangga yang terbuat dari besi sudah mengalami karatan. Ada juga beberapa unit kamar yang sengaja dikosongkan dan tidak boleh dihuni karena dinilai sudah tidak layak oleh pengelola rusunawa.

Di beberapa titik bangunan suasananya terasa lembap sehingga menjadi tempat bagi lumut dan jamur hitam (black mold) untuk tumbuh. Kondisi ini tentu dapat membahayakan penghuni rusun karena bisa menganggu masalah kesehatan.

Kepala Satuan Penertiban Rusunawa Marunda Ferengki Pakpahan mengatakan Klaster A dan B Rusunawa Marunda rencananya akan direvitalisasi. Selain ditemukan ada sejumlah kerusakan, umur bangunan kedua klaster rusunawa itu juga sudah tua.

Ia mengungkapkan Rusunawa Marunda merupakan salah satu rusun pertama di Jakarta Utara. Dibangun pada 2004 dan mulai dihuni sejak 2006, bangunan rusun ini telah berusia sekitar 20 tahun.

"Kemungkinan nanti akan mengikuti (klaster) A dan B direvitalisasi karena masa umur bangunannya sudah tua," kata Ferengki saat ditemui di Rusunawa Marunda, Rabu (28/1).

Suasana hunian vertikal di kawasan pesisir Jakarta tampak berjalan dalam ritme yang tenang. Pada Rabu (28/1/2026), aktivitas warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, terpantau lengang dengan lalu lalang penghuni yang tidak padat.Bagian dalam Rusunawa Marunda. Foto: Mohammad Farrel

Ferengki menyebut bangunan Klaster A dan B Rusunawa Marunda juga sudah melalui tahap kajian oleh BRIN. Bangunan tersebut memang masih bisa dihuni tapi umurnya tidak akan lama karena harus direvitalisasi agar lebih aman, nyaman, dan modern.

"(Kalau yang Klaster A dan B sudah diteliti sama BRIN?) Sudah, makanya kita bisa sampaikan bahwa keduanya nanti akan menyusul (direvitalisasi), cuma masalah waktunya ini ada dari pihak dinas," paparnya.

Meski kondisi sejumlah bangunan di Klaster A dan B mulai mengkhawtirkan, tetapi pihak pengelola terus melakukan pemeliharaan pada setiap unitnya. Misalnya jika ada unit warga yang bocor maka akan diperbaiki oleh pengelola.

"Baru-baru ini juga dipelihara, dirawat, jadi kalau ada unit-unitnya yang kira-kira bocor akan diperbaiki," ucap Ferengki.

Suasana hunian vertikal di kawasan pesisir Jakarta tampak berjalan dalam ritme yang tenang. Pada Rabu (28/1/2026), aktivitas warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, terpantau lengang dengan lalu lalang penghuni yang tidak padat.Suasana Rusunawa Marunda. Foto: Mohammad Farrel

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengonfirmasi rencana revitalisasi Klaster A dan B Rusunawa Marunda. Namun belum diketahui kapan revitalisasi tersebut dilakukan karena saat ini masih fokus mendirikan Klaster C yang sudah dirobohkan.

"Betul, untuk cluster A dan B di tahap selanjutnya," kata Kelik saat dihubungi BeritaKlik, Selasa (28/1).

Kelik menyebut untuk Klaster C Rusunawa Marunda akan dibangun mulai Desember 2025 dan diprediksi selesai pada 2027. Pembangunan itu merupakan Tahap 1 yang terdiri dari satu unit tower dengan total 288 unit kamar.

"Rusun Marunda cluster C untuk di tahap satu mulai 23 Desember 2025 sampai 23 Februari 2027, di tahap satu ini ada satu tower yang terdiri 288 unit," pungkas Kelik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads