'Senin Harga Naik' di Balik Marketing Rumah, Ini Asal Usul dan Penjelasannya

'Senin Harga Naik' di Balik Marketing Rumah, Ini Asal Usul dan Penjelasannya

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 25 Mar 2026 11:44 WIB
Ilustrasi Beli Rumah
Ilustrasi beli rumah. Foto: Pexels/Pavel Danilyuk
Jakarta -

Trik penjualan 'Senin harga naik' sudah melekat di ingatan masyarakat sebagai slogan penjualan properti. Meskipun saat ini sudah jarang dipakai, trik satu ini cukup banyak digunakan pada 2011-2012. Lantas, apa sebenarnya makna di balik slogan penjualan ini?

Menurut Dewan Pembina atau Dewan Kehormatan Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong makna dari kalimat tersebut bukan benar-benar akan menaikkan harga rumah setiap hari Senin, melainkan meminta pembeli atau siapa pun yang tertarik dengan properti tersebut agar segera membelinya.

Hari Senin dipilih karena itu merupakan hari pertama setiap minggunya. Sebelum berganti minggu, para broker, pengembang, atau penjual rumah mengajak masyarakat untuk secepatnya mengamankan rumah impiannya sebelum menyesal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Slogan itu artinya itu minta orang belilah sekarang. Jadi selalu mengiming-imingin orang supaya beli sekarang, kalau nggak, harga pasti akan naik terus gitu loh. Itu memang ada developer-developer yang melakukan hal seperti itu," kata Lukas saat dihubungi detikProperti, Sabtu (8/3/2025).

ADVERTISEMENT

Lalu, sebutan 'harga naik' pada beberapa kasus penjualan sebenarnya tidak benar-benar harganya dinaikkan daripada Senin sebelumnya. Bisa jadi harga yang dipakai adalah harga normal sebelum potongan harga di akhir pekan. Lukas menyebut slogan tersebut adalah bagian dari strategi marketing sales properti.

Meskipun saat ini slogan tersebut tidak dipakai secara jelas pada iklan, tetapi trik ini masih relevan untuk dipakai pada masa kini. Ia melihat marketing properti saat ini jauh lebih kreatif dan beberapa tujuannya mirip dengan slogan 'Senin harga naik'.

"Biasanya sih 'Ambil keputusan sekarang, it's time to buy property', 'Beli sekarang atau menyesal besok' gitu," sebut Lukas memberikan contoh slogan marketing masa kini.

Slogan 'Senin harga naik' biasanya nanti akan diikuti dengan penawaran uang muka atau down payment (DP) 0%, cicilan mulai dari Rp 2 jutaan, dan lainnya.

"Itu lebih karena gimmick atau promo ya. Gimana caranya misalnya, oh misalnya dapatkan hadiah langsung ONH misalnya. Atau hadiah umroh atau trip ke Eropa. Itu kan gimmick-gimmick marketing ya. Promosi-promosi buat buyer (pembeli)," jelasnya.

Sementara itu, melihat dari catatan BeritaKlik yang tayang pada 2012, Direktur Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk yang pada saat itu menjabat Indra W. Antono menjelaskan alasan slogan 'Senin Harga Naik' banyak dipakai.

Alasannya adalah terjadi inflasi yang terjaga hingga membawa suku bunga kredit berada terendah. Harga properti Indonesia pada saat itu tergolong rendah dibanding negara lain di kawasan Asia sehingga banyak yang membeli properti.

Namun, properti yang benar-benar harganya naik hanya yang memenuhi 3 aspek yaitu lokasi yang strategis, mendapatkan momentum, dan harganya sesuai di kantong pembeli.

"Namun tidak berarti lokasi bagus bisa ngangkat (harga properti). Saya lebih pas bilang adalah faktor momentum. Kalau (lokasi) bagus tapi konsep salah? Bisa saja lokasi biasa namun konsepnya pas, harganya baik," terangnya di Jakarta, Rabu (17/7/2012) silam.




(aqi/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads