Tahun lalu, ada sebuah rumah di provinsi Guizhou, China yang sempat viral karena menolak digusur meskipun bentuk bangunannya berbahaya. Kini rumah bak menara tersebut sudah rata dengan tanah.
Dilansir The Guardian, rumah milik Chen Tianming, telah dihancurkan oleh pemerintah setempat pada Senin (18/5/2026) setelah pemiliknya bersikeras ingin mempertahankan.
Proses penghancurannya hanya butuh beberapa jam karena memang bangunan tersebut bukan dari beton, melainkan material kayu, bambu, dan triplek yang dibangun asal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sekitar rumah Chen Tianming saat ini sudah tidak ada bangunan karena semua sudah dihancurkan sejak 2018. Desanya ingin dibuka menjadi area wisata dengan pemandangan berlatar pegunungan.
Chen Tianming tidak melakukan perlawanan ketika alat berat menghantam rumahnya. Ia mengatakan ini sudah waktunya untuk pergi dan merasa tidak menyesal pernah tinggal di sana.
"Saya tidak merasa menyesal, karena penyesalan itu tidak ada gunanya. Saya juga tidak menyalahkan diri sendiri karena gagal melindunginya, hanya saja kekuatan yang mendorong kehancurannya (tekanan dari pemerintah) terlalu besar," tuturnya, seperti dikutip deticom pada Kamis (28/5/2026).
Bentuk rumah Chen Tianming layaknya bangunan yang disusun lalu semakin ke atas bentuknya semakin mengerucut bak menara. Total rumah ini ada 10 lantai. Meskipun bangunannya cukup tinggi, semuanya hanya dibangun dengan material seadanya. Untuk menyangga bagian menara tetap berdiri, ia melilitkan tali dari atas ke tanah.
Pria berusia 43 tahun itu membangun rumah dengan modal sekitar UD$ 29.000 atau setara dengan Rp 518 juta (kurs Rp 17.866). Pembangunanya selama delapan tahun. Lantai paling bawah adalah rumah orang tuanya yang terbuat dari batu dan semen sehingga cukup kokoh. Baru lantai atas memakai bahan dari kayu, bambu, dan triplek.
Proses pembangunannya tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap. Pada 2018, ia telah membangun hingga 4 lantai. Kemudian, lantai kelima rampung pada 2019, lantai keenam pada 2022, dan lantai ketujuh pada tahun 2023, dan saat ini sudah rampung 10 lantai.
Melihat penampakannya, memang rumah ini tidak memperoleh izin pembangunan dari pemerintah setempat. Pada Agustus 2024, pihak berwenang telah melabeli rumah Chen sebagai bangunan ilegal dan ia diminta untuk menghancurkan semuanya kecuali bangunan aslinya. Namun, Chen Tianming tidak melakukannya.
Berkat beritanya yang viral tahun lalu, rumah Chen Tianming jadi lokasi wisata dadakan. Banyak orang datang ke sana untuk berfoto.
(aqi/das)










































