Colomadu pada beberapa tahun ini cukup terkenal karena di sana terdapat rumah pensiun Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dibangun sejak 2024. Sejak ada pembangunan itu, harga tanah di Colomadu menjadi sorotan.
Dari waktu ke waktu nilai tanah di sana naik cukup signifikan. Berdasarkan data dari Rumah123, median harga tanah di Colomadu, Karanganyar naik dari sekitar Rp 3,58 juta per meter persegi menjadi Rp 3,83 juta per meter persegi pada akhir Mei lalu. Kini, Colomadu menjadi kecamatan dengan nilai tanah tertinggi di Karanganyar.
"Angka ini menempatkan Colomadu sebagai kawasan dengan harga tanah tertinggi di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar," kata Marisa Jaya selaku Head of Research Rumah123 kepada BeritaKlik pada Sabtu (6/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai tanah tersebut jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia, menurut Marisa, setara dengan nilai tanah di beberapa wilayah di Bekasi dan Cikarang yang median harga tanahnya Rp 3,40-3,70 juta per meter persegi.
Setara pula dengan nilai median harga tanah di Sawangan di Depok Rp 3,80 juta per meter persegi dan Gunung Putri di Bogor Rp 3,80 juta per meter persegi.
"Dengan median harga tanah Rp 3,83 juta per meter persegi per Mei 2026, Colomadu saat ini sangat setara dengan kawasan suburban Jabodetabek kelas menengah," beber Marisa.
Colomadu saat ini sebagai kawasan penyangga (buffer zone) di sekitaran Solo. Pasalnya, di kawasan ini banyak alternatif hunian yang harganya lebih terjangkau daripada pusat Kota Solo.
Ditambah di sana sudah tersedia infrastruktur penunjangnya, seperti Jalan Tol Trans-Jawa Ruas Solo-Ngawi yang merupakan akses distribusi dari sisi barat Karanganyar.
Lalu, area komersial juga cukup berkembang di sana mengingat kecamatan ini dekat dengan Bandara Adi Soemarmo sehingga industri perhotelan, aktivitas logistik, dan akses mobilitas juga perlu tersedia di wilayah ini.
Prediksi dari Rumah123, Colomadu dalam 2-3 tahun ke depan akan lebih berkembang setelah Tol Solo-Yogyakarta tahun 2026 ini.
"Mempertegas posisinya sebagai titik simpul ekonomi utama Jawa Tengah," ujar Marisa.
Selain itu, keterbatasan lahan di pusat Kota Solo juga akan mendorong permintaan hunian di sana berpindah ke wilayah penyangga, seperti Colomadu.
Terpisah, Ketua Realestat Indonesia (REI) Komisariat Surakarta Oma Nuryanto beberapa waktu lalu juga sempat mengklaim bahwa kawasan Colomadu, Karanganyar saat ini tengah berkembang pesat. Ia memprediksikan ke depannya Colomadu bisa menjadi kawasan elite seperti Surabaya.
"Ini kawasan elite ya, kawasan premium. (Mirip kota apa?) Kayak Surabaya ya," kata Oma kepada BeritaKlik pada Selasa (2/6/2026).
Ia mengatakan kawasan ini bisa naik kelas karena infrastruktur sudah terbangun, yakni jalan tol dan akses menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo (SOC). Ditambah saat ini sudah ada rumah pensiun Presiden ke-7 Indonesia, yakni Joko Widodo. Lalu, di kawasan ini juga banyak rumah pejabat. Namun, ia tidak bisa menyebutkan sosok-sosoknya.
Harga hunian di Colomadu disebut termasuk mahal, rata-rata sekitar Rp 1 miliar per unit dengan 2 lantai. Hal ini memperkuat karakter kecamatan ini sebagai salah satu kawasan elite di Karanganyar.
(aqi/abr)










































