Proyek renovasi stadion Camp Nou terancam mangkrak. Faktor utamanya karena Barcelona mulai kehabisan dana akibat biaya renovasi yang terus membengkak.
Dikutip dari Barca Universal, Barcelona menggunakan pinjaman dari Goldman Sachs sebesar 1,45 miliar euro atau sekitar Rp 35 triliun (kurs Rp 20.955) untuk merenovasi Camp Nou. Proyek ambisius ini telah dimulai sejak 2023 dan rencananya rampung pada 2027.
Meski mendapat pinjaman yang nilainya fantastis, tapi ternyata masih belum cukup untuk menyelesaikan proyek Camp Nou. Pihak klub kabarnya mengalami kesulitan dana karena anggarannya sudah mulai menipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan MARCA, dewan pengurus Barcelona menyebut anggaran yang dikucurkan untuk proyek renovasi Camp Nou telah membengkak. Semula biaya yang dianggarkan sebesar 960 juta euro atau sekitar Rp 20,1 triliun, tapi kini sudah lebih dari 1,2 miliar euro atau Rp 25,1 triliun.
Untuk menangani masalah ini, Barcelona berencana akan menggelar Rapat Umum Luar Biasa yang dijadwalkan pada awal Juli. Presiden Barcelona Joan Laporta bakal membentuk badan pengurus baru untuk menangani krisis anggaran.
Sebenarnya, Camp Nou sudah digunakan kembali untuk menggelar pertandingan walau renovasi belum sepenuhnya selesai. Blaugrana telah kembali ke kandangnya sejak November 2025, sembari mengerjakan tribun atas dan atap stadion yang belum rampung.
Proses renovasi Camp Nou sudah melewati fase 1C, yakni memperluas kapasitas penonton yang awalnya 45 ribu kini menjadi 67 ribu kursi. Pembangunan terus dikebut dengan fokus menyelesaikan dua tribun VIP dan VVIP yang menampung sekitar 9.400 kursi.
Sederet Teknologi Canggih di Camp Nou
Camp Nou, Barcelona. Foto: Getty Images/Quality Sport Images |
Proyek renovasi Camp Nou digarap oleh perusahaan konstruksi asal Turki, Limak Holding. Camp Nou diklaim sebagai salah satu stadion paling modern di dunia. Dari sisi arsitektur, Camp Nou versi baru telah mengusung konsep stadion hijau (green stadium).
Bagian utama dari konsep green stadium terlihat pada atap stadion yang menutupi seluruh tribun. Atap dengan luas permukaan lebih dari 47.000 meter persegi itu akan dilapisi panel surya berkapasitas tinggi untuk menghasilkan energi listrik internal.
Selain itu, terdapat juga sistem penampungan dan daur ulang air hujan. Setelah air ditampung dan dibersihkan, maka bisa digunakan untuk menyiram lapangan dan taman di sekitar Camp Nou.
Sistem teknologi juga ditingkatkan, seperti konektivitas WiFi berkecepatan tinggi dan pemasangan layar LED besar. Lalu, background ruangan pers akan mengusung layar LED agar menampilkan grafis bergerak penuh dan pesan teks.
Sistem suara dari speaker yang dilengkapi dengan electronic on-board juga dipasang agar pendistribusian suara lebih merata. Lampu lapangan juga mengusung teknologi canggih agar lebih cerah saat pertandingan.
Selain merenovasi stadion, Barcelona turut membangun ulang kawasan sekitar Camp Nou yang bertajuk Espai Barça. Proyek ini mencakup pembangunan ruang hijau, zona komersial baru, jalur sepeda, dan kemudahan akses transportasi umum. Langkah ini diambil guna menciptakan distrik Les Corts yang lebih nyaman sekaligus menarik banyak wisatawan.
Rencananya seluruh renovasi Camp Nou akan selesai pada 2027 yang diklaim menjadi salah satu stadion termegah dan terbesar di dunia. Namun, proyek ini bisa molor karena kekurangan dana akibat anggaran yang membengkak.
(ilf/ilf)











































