Pagi tadi Hotel Sultan resmi dieksekusi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pengelola kawasan Blok 15 GBK ini sudah berpindah ke Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Namun yang menarik, hingga sore ini masih ada tamu yang datang.
Menurut pantauan detikProperti, sekitar pukul 15.00 WIB, masih ada tamu yang masuk ke dalam Hotel Sultan. Tamu yang merupakan wanita tersebut datang seorang diri dan langsung ke meja resepsionis.
Petugas keamanan dari PPKGBK yang berada di meja resepsionis langsung mengarahkan wanita tersebut ke posko informasi yang ada di seberang hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut informasi petugas, tamu itu datang karena sudah melakukan reservasi kamar dan mau melakukan check in. Padahal kamar-kamar di Hotel Sultan sudah dikosongkan.
detikProperti sempat melihat kamar-kamar hotel di lantai 4. Kamar itu terlihat kosong tanpa tamu. Namun, kondisi kamar terlihat seperti baru saja digunakan dengan kondisi tempat tidur berantakan.
Lalu sekitar pukul 17.15 WIB ada lagi calon tamu yang datang bernama Vina. Dia langsung mendatangi posko dan meminta informasi terkait refund.
Vina, tamu Hotel Sultan Foto: Danica Adhitiawarman/BeritaKlik |
Vina sudah lama memesan hotel untuk Sabtu (20/6). Ia memilih hotel tersebut karena dekat dengan JICC, tempat dia mengikuti event bersama tim. Namun, ia mendapatkan informasi bahwa Hotel Sultan dikosongkan hari ini.
"Saya pesan memang karena memang buat tim ada event di JCC. Jadi rencana mau ajak tim buat rehat," kata Vina.
Setelah bicara dengan orang posko, ia mengaku hanya diarahkan untuk menginap di hotel lain. Tidak ada refund yang diberikan.
"Kenapa mereka ada sengketa seperti ini masih buka platform online untuk reservasi. Harusnya ada manajemen meng-cover itu tapi ternyata tidak ada," ucapnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo mengatakan PPKGBK menyediakan posko informasi crisis center untuk tamu hotel mendapatkan informasi terkait hotel serta melaporkan diri. Mereka akan didata dan diverifikasi sebagai tamu hotel untuk nantinya dilaporkan lebih lanjut.
Keputusan untuk nasib tamu yang sedang menginap masih didiskusikan. Untuk saat ini para tamu baru akan didata.
"Kalau yang dalam waktu dekat misalnya besok atau hari ini atau bahkan lusa, silahkan langsung datang ada di posko kami, ada crisis center," ucapnya di Jl. Gatot Subroto, Kompleks GBK, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Ia mengatakan sudah ada beberapa tamu yang datang ke posko. Mereka langsung pindah ke beberapa hotel yang ada di kawasan Senayan dengan dana sendiri. "Mereka memang karena booking sendiri dan ini izin kita harus luruskan juga, mereka juga membayar sendiri juga," katanya.
Untuk tamu yang sudah memesan kamar buat tanggal setelah eksekusi, menurutnya tidak ada ganti rugi dari PPKGBK. Sebab, hubungan perjanjian menginap adalah dengan pihak pengelola yang lama.
Bagi yang sudah booking pun akan didata melalui posko. Lalu, akan dibantu untuk dihubungkan dengan pihak terkait.
"Mereka sudah melakukan booking-an atau apa, kita juga perlu data dahulu. Dan nanti dari teman-teman hukum, pastinya juga mencoba membantu sebisa mungkin antara hubungan booking-an atau kontraktual," tuturnya.
(dhw/das)











































