Tren hunian di kawasan penyangga Jakarta mulai bergeser. Jika sebelumnya kedekatan dengan pusat bisnis menjadi pertimbangan utama, kini banyak masyarakat mulai mencari lingkungan tempat tinggal yang menawarkan ruang hijau dan suasana lebih tenang.
Perubahan preferensi tersebut terlihat dari semakin banyaknya pengembangan kawasan perumahan yang mengusung konsep berbasis alam atau nature living di wilayah suburban Jabodetabek.
President Director Shila at Sawangan Mario Susanto mengatakan masyarakat saat ini semakin memperhatikan kualitas hidup ketika memilih tempat tinggal. Menurutnya, hunian tidak lagi sekadar menjadi tempat beristirahat, tetapi juga harus mampu mendukung kesehatan dan keseimbangan hidup penghuninya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat yang semakin mengarah pada kualitas hidup yang lebih sehat dan seimbang," ujar Mario dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, tren tersebut mendorong pengembang untuk menghadirkan kawasan hunian yang memiliki lebih banyak ruang terbuka hijau dan akses terhadap lingkungan alami.
Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah peluncuran cluster terbaru Southbank di kawasan Shila at Sawangan, Depok. Cluster tersebut dibangun di area yang berdekatan dengan danau alami serta dilengkapi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan penghuni untuk berolahraga maupun beraktivitas di luar ruangan.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kawasan hunian yang menawarkan keseimbangan antara tempat tinggal, ruang hijau, dan aksesibilitas menuju pusat aktivitas.
Selain faktor lingkungan, kawasan suburban juga masih menjadi pilihan karena harga lahan yang relatif lebih terjangkau dibandingkan wilayah inti Jakarta. Kondisi tersebut membuat pengembang masih cukup aktif mengembangkan proyek rumah tapak di wilayah penyangga ibu kota.
Di Sawangan, misalnya, sejumlah kawasan perumahan baru terus bermunculan seiring berkembangnya infrastruktur dan akses menuju berbagai wilayah Jabodetabek. Keberadaan akses menuju Tol Desari maupun Tol Pamulang turut meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.
Shila at Sawangan sendiri merupakan kawasan hunian terpadu seluas sekitar 130 hektare. Pengembang mengklaim sekitar 55% area kawasan didedikasikan sebagai ruang terbuka hijau dengan keberadaan danau serta anak danau alami yang menjadi bagian dari lanskap kawasan.
Tren hunian berbasis alam diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Selain menawarkan suasana yang lebih nyaman, konsep tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban yang mulai mengutamakan kesehatan, ruang terbuka, dan kualitas lingkungan tempat tinggal.
(das/das)










































