Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyambangi kantor Danantara. Kedatangannya guna membahas mengenai perumahan.
Ara mengungkapkan salah satu bahasannya adalah mengenai kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen. Dia pun memastikan kenaikan ini tidak akan memberatkan masyarakat. Selain itu, untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) suku bunga tidak akan terdampak, tetap 5 persen flat dari awal hingga akhir masa angsuran.
"Kita tahu BI Rate ada peningkatan, tapi kita pastikan, sesuai arahan Presiden Prabowo, negara hadir men-support rakyatnya dalam konteks perumahan bagaimana mendapatkan bunga yang tetap. Jadi tetap untuk rumah subsidi 5 persen," ujarnya setelah rapat di Wisma Danantara, Jakarta Selatan pada Jumat (19/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ara dan CEO Danantara Rosan Roeslani juga membahas mengenai usulan tenor KPR yang diperpanjang menjadi 40 tahun.
Usulan ini dicetuskan oleh Presiden Prabowo saat perayaan Hari Buruh untuk mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa memiliki rumah. Dengan tenor yang diperpanjang, nilai angsurannya akan semakin kecil.
Danantara mendukung program tersebut. Namun, isi pembicaraannya atau apa yang akan dilakukan ke depannya, tidak dijabarkan oleh Ara.
Program gentengisasi, yakni anjuran agar rumah-rumah di Indonesia memakai atap genteng juga masuk dalam bahasan siang ini.
"Soal gentengisasi kami mendapat dukungan dari perbankan, khususnya dari BRI," tuturnya.
Kemudian, rumah susun (rusun) subsidi yang siap huni (ready stock) milik BUMN kabarnya akan segera diluncurkan dan bisa dibeli oleh masyarakat. Namun, lokasi dan waktu peluncurannya belum diungkap.
"Beberapa hal akan kita lakukan bersama, yaitu rusun yang ready stock yang dimiliki BUMN dalam waktu dekat akan kita luncurkan sesuai dengan aturan yang sudah kita buat. Rusun subsidi yang sudah ready stock jumlahnya ada sekitar 6.000-an bisa segera dinikmati oleh masyarakat," ungkapnya.
(aqi/das)










































