Suku Bunga Rumah Subsidi Tetap 5% Meski BI Rate Naik Lagi

Suku Bunga Rumah Subsidi Tetap 5% Meski BI Rate Naik Lagi

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Sabtu, 20 Jun 2026 12:20 WIB
Foto udara proses pembangunan unit rumah subsidi pada salah satu perumahan subsidi di Kecamatan Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (9/1/2026). Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggandeng 20 asosiasi pengembang perumahan un
Ilustrasi Rumah Subsidi. Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
Jakarta -

Pemerintah pastikan suku bunga untuk rumah subsidi tetap pada angka 5 persen. Ini untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan meski BI Rate naik jadi 5,75 persen, pemerintah akan mempertahankan suku bunga untuk rumah subsidi.

"Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau," ujar Ara usai rapat bersama Danantara Indonesia, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rapat tersebut juga disampaikan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Tahun 2026. Dari target penyaluran sebanyak 350.000 unit rumah, realisasi hingga saat ini telah mencapai 78.277 unit atau sekitar 22,36 persen dari target tahunan.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Ini merupakan kali kedua BI Rate naik dalam sebulan.

Dikutip dari detikFinance, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan inflasi agar tetap stabil sesuai dengan target pemerintah.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/6/2026).

Sebelumnya, BI menaikkan bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,50% pada 9 Juni, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

(abr/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads