Kolam reflektif di Monumen Lincoln akan dikuras lagi setelah hasil renovasi pertama gagal total. Cat baru tampak mengelupas setelah beberapa hari dipakai dan muncul banyak ganggang.
Otoritas DC Water telah mengeluarkan izin untuk menguras kolam renang persegi panjang sepanjang 609 meter tersebut. Perusahaan perbaikan juga akan memperbaiki kolam renang tersebut sebagai bagian dari garansi mereka.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga baru-baru ini meluapkan kekesalannya karena kolam reflektif di Monumen Lincoln diduga jadi sasaran vandalisme. Kolam tersebut padahal baru saja direnovasi dengan biaya fantastis, lebih dari U$ 14,65 juta atau setara dengan Rp 261 miliar (kurs Rp 17.863).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang telah dilakukan oleh para perusak yang mengerikan ini adalah penghinaan sejati terhadap Presiden George Washington dan Abraham Lincoln, dan harus ditangani sesuai dengan perbuatannya," tulis Trump di Truth Social pada hari Sabtu (19/6/2026) lalu, seperti dikutip BeritaKlik dari New York Post, pada Selasa (23/6/2026).
Aksi vandalisme tersebut diduga ada orang yang menuangkan bahan kimia berbahaya ke dalam kolam renang.
"Kolam Refleksi tidak pernah seindah seminggu yang lalu, bahkan sejak pembukaannya pada tahun 1922. Kami sangat bangga dengan apa yang telah kami lakukan dengan struktur megah ini, dan kami akan memperbaikinya dengan cepat agar kembali seindah sebelumnya," tulis Trump.
Selain itu, seorang mantan atlet Olimpiade A, David Hearn, ditangkap usai diduga jadi pelaku vandalisme di kolam itu. Menurut kesaksian Hearn ia melihat potongan yang mengambang di air. Lalu, ia memegangnya, tidak berselang lama, ada yang mendatanginya dan tangannya langsung diborgol.
"Saya tidak melakukan vandalisme apa pun," kata Hearn kepada The Washington Post.
"Saya tidak merusak, memecahkan, atau mengupas apa pun. Saat saya menyadari apa yang terjadi, saya sudah diborgol. Saya meraih (potongan) di dalam sana, dan saya berhasil meraih ujung bagian yang terkelupas itu. Bagian itu masih menempel di bagian bawah. Saya tidak melepaskan apa pun," jelasnya.
David Hearn adalah seorang atlet kano Olimpiade tiga kali. Pada saat kejadian, ia sedang bersepeda melewati monumen dan berhenti saat melihat sepotong lapisan kolam renang mengambang di air. Kini ia diserahkan ke kepolisian dan akan disidang pada tanggal 9 Juli di Pengadilan Tinggi DC untuk menghadapi dakwaan pelanggaran ringan berupa perusakan properti pemerintah.
Ada pun, renovasi kolam reflektif di Monumen Lincoln telah menjadi perhatian Trump sejak April. Ia ingin memperindah kolam ini, tetapi yang terjadi 2 minggu setelah renovasi selesai justru lapisan cat yang baru banyak yang mengelupas dan kolam kembali ditumbuhi ganggang. Padahal renovasi ini disebut telah memakai material yang kedap air, antimikroba, dan anti ganggang.
Drama juga terjadi pada saat renovasi karena biaya renovasi yang melebihi dari target awal yang hanya lebih dari US$ 4 juta atau Rp 71 miliar. Lalu, proyek ini menuai kritik setelah Departemen Dalam Negeri memberikan kontrak tanpa tender kepada Atlantic Industrial Coatings, sebuah perusahaan dari Virginia yang telah mengerjakan kolam renang di klub golf milik Trump di Sterling.
Menurut laporan New York Times juga kontrak renovasi tersebut diduga dikerjakan dengan margin keuntungan yang digembungkan.
(aqi/das)










































