Raja Charles III dan Ratu Camilla tak akan tinggal di Istana Buckingham. Padahal, kerajaan sedang merenovasi istana untuk memastikan raja dan ratu Inggris bisa tinggal dengan nyaman di sana.
Dilansir dari The Sun, Charles dan Camilla tadinya berencana tinggal di Istana Buckingham usai renovasi selesai pada Maret 2027. Namun, mereka memutuskan untuk bertahan di Clarence House sebagai tempat tinggal utama.
Pasalnya, istana itu akan dibuat lebih terbuka untuk publik. Sekitar 700.000 pengunjung bakal datang setiap tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjaga dompet pribadi, James Chalmers membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan Clarence House menjadi kediaman utama Charles dan Camilla di London.
London, UK - 26th April 2018: The front of Buckingham Palace in the morning at sunrise with nobody around Foto: Getty Images/Circle Creative Studio |
"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa setelah pertimbangan yang matang, dan untuk meningkatkan peluang akses publik secara signifikan, Raja dan Ratu telah memutuskan untuk tidak menjadikan Istana Buckingham sebagai kediaman pribadi dan sebagai gantinya akan terus menggunakan Clarence House sebagai kediaman mereka di London," kata Chalmers dikutip dari The Sun, Jumat (26/6/2026).
Meski begitu, Charles dan Camilla tetap mendapatkan akses ke ruangan pribadi di Istana Buckingham. Keduanya dapat beristirahat di ruangan tersebut saat menjalankan tugas resmi sepanjang hari. Ruangan itu juga bisa menjadi tempat tinggal jika suatu ketika diperlukan.
Di sisi lain, istana sedang diperbaiki. Proyek perbaikan tersebut untuk memastikan Istana Buckingham tetap layak sebagai kediaman utama raja dan ratu Inggris.
Proyek ini senilai 369 juta poundsterling atau Rp 8,7 triliun (kurs Rp 23.623). Apartemen pribadi raja dan ratu yang sempat digunakan oleh Elizabeth II ikut diperbaiki. Boiler, kabel listrik, dan pipa diganti untuk mengurangi risiko kebakaran dan banjir.
Untuk diketahui, Istana Buckingham sudah menjadi kediaman resmi kerajaan sejak 1837. Sekarang istana itu akan digunakan untuk mengadakan acara, pesta, serta pertemuan dengan duta besar baru.
"Istana akan terus menjadi jantung monarki dalam segala hal yang tradisional, hanya saja bukan sebagai tempat peristirahatan utamanya," kata seorang juru bicara istana.
Raja Charles tetap menyayangi dan memiliki rasa hormat yang mendalam untuk Istana Buckingham. Bangunan ini tetap menjadi tempat menjadi pusat seremonial dan operasional kehidupan kerajaan.
"Bangunan ini akan tetap berfungsi sebagai rumah kerja, tetapi kami berupaya memperluas akses publik untuk memaksimalkan manfaat nasional dari bangunan yang didanai publik," ucap Chalmers.
(dhw/das)











































