Sebuah rumah dan sebagian bangunan kos di pinggiran kali kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat (Jakpus) ambruk pada Jumat (26/6). Kejadian itu disebabkan oleh abrasi yang mengakibatkan tanah bergeser.
Anak dari pemilik rumah, Ali Nugroho (43), mengatakan tanah di rumah orang tuanya mulai bergeser sejak ada normalisasi sungai. Menurutnya, bangunan rumah berjarak 3 meter dari kali, tetapi pengerukan membuat sebagian tanah tergerus.
"Kemarin itu tanah yang mepet ke turap itu ada sekitar 3 meter, dikeruk habis. Setelah itu selesai, jelang beberapa hari tanggal 18 (Juni 2026 rumah) geser," kata Ali saat ditemui di Jalan Administrasi Negara I, RT 01 RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Sabtu (27/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada tempat pembuangan sampah di sebelah rumah. Menurutnya, banyaknya sampah serta masuknya alat berat menambah tekanan yang mempengaruhi longsor.
Melihat kondisi rumah sudah miring, penghuni mulai mengungsi pada Jumat (19/6) pekan lalu. Mereka mengungsi ke rumah Ali yang berada di seberang lokasi rumah ambruk. Rumah itu dihuni oleh tiga orang, yakni orang tua dan saudara Ali.
Puncaknya, rumah dua lantai itu ambruk pada Jumat (26/6) sekitar pukul 05.48 WIB. Saat kejadian, Ali mendengar dentuman keras, suara kaca pecah, serta bangunan roboh.
Ia menyebut rekaman CCTV menunjukkan bangunan langsung ambles. "Di sini cuman kaget. Dari suara kaca, suara bangunan roboh," katanya.
Malam setelah kejadian itu, Ali sudah bertemu dengan Kepala Suku Dinas (Kasudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat. Ia mengatakan akan ada perbaikan hingga rumahnya dibangun lagi. Proses tersebut diperkirakan berlangsung lama hingga akhir tahun.
"Pertama mungkin dari Sudin (SDA) perbaikan dari turap, nanti pengerukan rata. Habis itu (rumah) dibangun," katanya.
Sementara untuk bangunan kos sebelah, keponakan pemilik bernama Irsyad (25) mengatakan sudah merasa ada tanda-tanda sejak Jumat (19/6). Ia pun menghuni salah satu kamar kos. Irsyad mengaku melihat retakan pada dinding dan lantai dan mendengar suara retakan.
"Benar-benar mulai rasanya itu H-3 sebelum kejadian, udah mulai agak agresif gitu. Kalau sebelumnya itu kayak suara-suara reruntuhan kecil gitu," kata Irsyad.
Untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut, beberapa penghuni kosan dipindahkan ke bagian bangunan lain. Ia sendiri baru pindah setelah kejadian.
Saat terjadi longsor, Irsyad tidak merasakan getaran maupun suara bangunan ambruk. Namun, ia terbangun karena suara teriakan warga. Setelah terbangun, ia langsung lari menyelamatkan diri.
Ia mengatakan sebagian kecil kos-kosan itu rusak akibat longsor. Tembok pembatas dan dua kamar rusak terseret rumah ambruk.
"Ada efek dari hasil ambrukan itu. Kita di belakang itu, yang (tembok) pembatasnya itu ikut ambruk juga. Terus lahan parkir sama kita ada dua kamar kos yang ikut turun juga," tuturnya.
Kini bangunan kos beserta rumah pemilik kos sedang dikosongkan. Lalu, petugas dari Sudin SDA tengah memasang kayu-kayu dan bronjong untuk mencegah longsor meluas.
Sebelumnya diberitakan detikNews, Satu unit rumah di Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), ambruk. Penyebab ambruknya rumah ini dipicu abrasi pada tanah tepi Kanal Banjir Barat (KBB).
"Anggota mendapat laporan dari warga bahwa ada rumah yang ambruk atau tanah longsor," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, Jumat (26/6/2026).
Peristiwa itu terjadi di Jalan Administrasi Negara I, RT 01 RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, pukul 05.30 WIB tadi.
Petugas gabungan sudah mendatangi lokasi rumah ambruk di Benhil. Rumah ambruk disebabkan abrasi pada BKB.
"Dugaan penyebab, abrasi di bantaran kali Banjir Kanal Barat (BKB)," jelas BPBD DKI Jakarta.
(dhw/das)










































