Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggarap 11 proyek rumah susun (rusun) di 2027. Gubernur Jakarta Pramono Anung telah mengungkapkan 2 rusun yang akan dibangun di awal adalah Rusun Marunda Cluster C dan Rusun Rorotan 9.
"Dari 11 itu, dua yang akan dibangun dalam waktu dekat ini yaitu Marunda Cluster C dari lima tower yang ada, kemudian juga Rorotan 9 dari tujuh tower yang direncanakan," kata Pramono di Jalan Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026), dikutip dari detikNews.
Kedua rusun ini akan menjadi prioritas Pemprov DKI sehingga dibangun di awal. Pembangunannya memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di APBD kita direncanakan ada pembangunan 11 rumah susun baru milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ungkapnya.
Kemudian, untuk nasib 9 proyek rusun lainnya, Pramono menyampaikan pihaknya telah menggandeng pemerintah pusat, yakni Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar proyek ini ditangani bersama dan masuk dalam Program 3 Juta Rumah.
"Sehingga di Marunda dan Rorotan itulah yang menjadi prioritas, tetapi kami juga bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perumahan yaitu Program 3 Juta Rumah. Nanti ada sembilan rusun lagi yang dibangun bersama-sama antara pemerintah pusat dengan Pemerintah DKI Jakarta di Jakarta," terangnya.
Terpisah, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati mengungkapkan Pemprov DKI telah menghubungi mereka dan sepakat untuk terus berkoordinasi. Tugas Kementerian PKP nantinya adalah bersama-sama memastikan rusun masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terserap ke penghuni yang tepat.
"Nanti setelah dibangun kita tentu sama-sama pastikan bersama Pemprov DKI itu yang menghuni betul-betul diseleksi dengan baik sehingga benar-benar masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Sri di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri II, Jakarta pada Rabu (1/7/2026).
Kementerian PKP senang Pemprov DKI mendorong ketersediaan rusun sehingga semakin banyak warga yang bisa memiliki rumah. Sebab, Jakarta urutan kedua provinsi dengan jumlah backlog hunian terbesar di Indonesia, yakni 1.192.200 unit rumah menurut data Susenas 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Sebagai informasi, backlog adalah jumlah krisis kebutuhan akan kepemilikan rumah.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengungkapkan rusun ini bukan hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bisa juga untuk masyarakat umum.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 111 Tahun 2024 agar semakin banyak yang bisa memiliki rumah di Jakarta.
"Sasaran penghunian rusunawa adalah masyarakat terprogram dan masyarakat umum sesuai Pergub Nomor 111 Tahun 2024," ujar Kelik kepada detikNews, seperti dikutip pada Senin (29/6/2026).
Nantinya akan ada rusun sewa dan rusun milik yang bisa dipilih oleh masyarakat. Ada pun, daftar 11 rusun yang akan dibangun, sebagai berikut.
1. Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara
2. Marunda Cluster C, Cilincing, Jakarta Utara
3. Komarudin, Cakung, Jakarta Timur
4. Rorotan IX, Cilincing, Jakarta Utara
5. Cakung KM 2, Jakarta Timur
6. Tongkol Tahap III, Pademangan, Jakarta Utara
7. Marunda Cluster A, Jakarta Utara
8. Marunda Cluster B, Jakarta Utara
9. Semper Cakung Drain, Semper, Jakarta Utara
10. Bojong Indah, Cengkareng, Jakarta Barat
11. Daan Mogot KM 18, Jakarta Barat.
(aqi/abr)











































